Saturday, December 1, 2018

Aterosklerosis Dan Antihiperlipidemia


A.    ATEROSKEROSIS

Aterosklerosis juga dikenal sebagai penyakit Vaskuler arteriosclerotic atau ASVD berasaldari bahasa Yunani: athero (yang berarti bubur atau pasta) dan sklerosis (indurasi dan pengerasan ). 
Aterosklerosis atau pengerasan arteri adalah suatu keadaan arteri besar dan kecil yang ditandai oleh deposit substansi berupa endapan lemak, trombosit, makrofag, leukosit,kolesterol, produk sampah seluler, kalsium dan berbagai substansi lainnya yang terbentuk didalam lapisan arteri di seluruh lapisan tunika intima dan akhirnya ke tunikamedia.
Aterosklerosis merupakan proses yang berbeda  yang menyerang intima arteri besar dan medium. Perubahan tersebut meliputi penimbunan lemak, kalsium. komponen darah, karbohidratdan jaringan fibrosa pada lapisan intima arteri. Penimbunan tersebut dikenal sebagai aleromaatau plak. Karena aterosklerosis merupakan pe¬nyakit arteri umum, maka bila kitamenjumpainya di ekstremitas, maka penyakit tersebut juga terdapat di bagian tubuh yang lain.(Brunner & Suddarth, 2002).
Aterosklerosis sangat dipengaruhi kadar kolesterol yang tinggi (khususnya LDL), merokok, tekanan darah tinggi, diabetes mellitus, obesitas, dan kurangnya aktifitas fisik. Tingginya kadar homosistein darah, fibrinogen, dan lipoprotein-A juga dilaporkan sebagai faktor risiko terjadinya aterosklerosis. Ada 4 faktor risiko biologis yang tidak dapat diubah, yaitu usia, jenis kelamin, ras, dan riwayat keluarga (genetik).Helicobacter Pylori dan Chlamydia Pneumoniae, juga bisa menimbulkan infeksi atau transformasi miosit atau endotel, yang akan memicu lesi aterosklerosis.
Aterosklerosis bermula ketika sel darah putih yang disebut monosit, pindah dari alirandarah ke dalam dinding arteri dan diubah menjadi sel-sel yang mengumpulkan bahan-bahanlemak. Pada saatnya, monosit yang terisi lemak ini akan terkumpul, menyebabkan bercak penebalan di lapisan dalam arteri.Setiap daerah penebalan yang biasa disebut plak aterosklerotik atau ateroma, terisidengan bahan lembut seperti keju yang mengandung sejumlah bahan lemak, terutama kolesterol,sel-sel otot polos dan sel-sel jaringan ikat. Ateroma bisa tersebar di dalam arteri sedang dan jugaarteri besar, tetapi biasanya mereka terbentuk di daerah percabangan, mungkin karena turbulensidi daerah ini menyebabkan cedera pada dinding arteri, sehingga disini lebih mudah terbentukateroma.Arteri yang terkena aterosklerosis akan kehilangan kelenturannya dan karena ateromaterus tumbuh, maka arteri akan menyempit. Lama-lama ateroma mengumpulkan endapankalsium, sehingga ateroma menjadi rapuh dan bisa pecah. Dan kemudian darah bisa masuk kedalam ateroma yang telah pecah, sehingga ateroma akan menjadi lebih besar dan lebih mempersempit arteri(emboli).
B.     ANTIHIPERLIPIDEMIA
Hiperlipidemia adalah suatu kondisi  kadar lipid darah yang melebihi kadar normalnya. Hiperlipidemia disebut juga peningkatan lemak dalam darah dan karena sering disertai peningkatan beberapa fraksi lipoprotein, disebut juga hiperlipoproteinemia. Hiperlipidemik dapat berupa hiperkolesterolemia dan hipertrigliseridemia
Lemak (disebut juga lipid) adalah zat yang kaya energi, yang berfungsi sebagai sumber energi utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak diperoleh dari makanan atau dibentuk di dalam tubuh, terutama di hati dan bisa disimpan di dalam sel-sel lemak untuk digunakan di kemudian hari. Sel-sel lemak juga melindungi tubuh dari dingin dan membantu melindungi tubuh terhadap cedera. Lemak merupakan komponen penting dari selaput sel, selubung saraf yang membungkus sel-sel saraf serta empedu. Dua lemak utama dalam darah adalah kolesterol dan trigliserida. Lemak mengikat dirinya pada protein tertentu sehingga bisa larut dalam darah; gabungan antara lemak dan protein ini disebut lipoprotein. Lipoprotein yang utama adalah :
1.         Kilomikron
2.         VLDL(Very Low Density Lipoproteins)
3.         LDL (Low Density Lipoproteins)
4.         HDL(High Density Lipoproteins)
Obat antihiperlipidemia merupakan obat yang digunakan untuk dislipidemia (misalnya dengan cara mengurangi level lemak pada darah). Secara menyeluruh, biasanya obat-obat ini menurunkan jumlah kolesterol dan LDL (low density lipoprotein) dalam darah dan meningkatkan HDL (high density lipoprotein). Beberapa obat yang termasuk di dalamnya antara lain statin (yang lebih dikenal sebagai HMG-CoA (Hydroxymethylglutaryl-coenzim A) reductase inhibitor), fibrat, ezetimib, bile-acid binding resin (resin pengikat asam empedu, misalnya colestipol, colestyramine) dan asam nikotinat (niacin).
Gejala Hiperlipidemia
·         Sakit dada
·         Jantung berdebar
·         Berkeringat
·         Cemas
·         Nafas pendek
·         Hilangnya kesadaran atau kesulitan berbicara atau bergerak
·         Sakit abdominal
·         Kematian mendadak
Pertanyaan :
1.      Bagaimana upaya pengobatan aterosklerosis ?
2.      Apa contoh obat aterisklerosis dan bagaimana mekanisme obat tsb ?
3.      Bagaimana mekanisme kerja obat antihiperlipidemia

9 comments:

  1. Hai eugenia saya coba bantu no 2 contoh obat ya yaitu aspirin.

    ReplyDelete
  2. Hai eugenia saya coba bantu no 2 contoh obat ya yaitu aspirin.

    ReplyDelete
  3. Hai eugen. Saya akan menjawab pertanyaan nmor 3. Salah satu obatnya yaitu holongan fibrat. Mekanisme kerja golongan fibrat:
    1.Meningkatkan lipolisis
    2.Meningkatkan asupan asam lemak hati dan menurunkan produksi trigliserida hati
    3.Meningkatkan asupan LDL oleh reseptor LDL
    4.Menstimulasi transport kolesterol balik sehingga meningkatkan HDL

    ReplyDelete
  4. Hay yujin saya coba jawab nomor 1 dengan pengobatan secara farmakologis seperti penggunaan aspirin dan non farmakologis dengan menerapkan pola hidup sehat

    ReplyDelete
  5. Hai eugen, saya mau menanyakan pengaruh utama yg di akhibatkan aterosklerosis apa ya. Terimakasih

    ReplyDelete
  6. hai yujin. saya akn mencoba menjawab pertanyaan nomor 3.
    salah satu contoh obat antihiperlipidemia adalah Probukol.
    Obat ini menurunkan kadar HDL dan LDL, maka obat ini tidak disukai. Namun sifat antioksidannya penting dalam menghambat aterosklerosis.
    Mekanisme : menghambat oksidasi kolesterol, sehingga terjadi penguraian LDL-kolesterol yang teroksidasi oleh makrofag. Makrofag yang dimuati oleh kolesterol, menjadi sel busa yang menempel pada vaskular dan merupakan dasar pembentukan plak pada aterosklerosis.

    ReplyDelete
  7. hy eugen artikel anda sangat ,membantu saya
    terimakasih

    ReplyDelete
  8. Haii eugenia, pemaparan materi yg mudah di pahamin, shga sy bsa menjawab tgs2 sy,
    Terimaksih yaa

    ReplyDelete