Monday, February 18, 2019

Zinc Oxide Penakluk UV


            Sinar matahari memancarkan energi yang sangat besar seperti radiasi ultraviolet (UV). Radiasi tersebut terdiri dari UVA dan UVB dimana dapat diserap oleh kulit manusia dan UVC yang sampai saat ini tidak bisa mencapai permukaan bumi karena terhalang lapisan ozon. Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia (2013), Paparan sinar UV pada pukul 10 pagi hingga 4 sore mengakibatkan berbagai masalah pada kulit diantaranya :

1.      Penuaan dini dan Keriput
Paparan sinar matahari dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan perubahan pada kulit, yaitu dapat membuat kulit menjadi longgar, keriput serta kasar. Hampir 80% penuaan dini disebabakan oleh sinar matahari, karena UVA akan memecah struktur kolagen dan menurunkan kemampuan dalam regenerasi kulit.

2.      Luka Bakar
Paparan radiasi UVA, UVB, dan UVC yang berlebihan berpotensi merusak kulit seperti menimbulkan bercak merah dan luka bakar bahkan dapat menyebabkan bengkak, lecet, pengelupasan kulit hingga kanker.

3.      Bintik-Bintik
Bintik-bintik akibat sinar matahari tidak hanya akan terbentuk pada wajah, namun juga pada tangan, kaki, badan, dan lainnya. Bintik-bintik tersebut adalah melanin yang bertanggung jawab untuk melindungi kulit dari sinar ultraviolet. Melanin itu diproduksi dari gen bernama MC1R ( melanocortin-1 receptor ) yang bertanggung jawab membuat kulit berbintik, rambut berwarna merah, dan kulit berwana putih. Jika kulit tidak terlindungi, sinar ultraviolet dapat menyebabkan kanker, kulit yang terbakar, membahayakan sistem imun dan menuakan kulit.


4.      Warna Kulit Kecoklatan
Mendapati tubuh yang berubah warna hingga sangat kecokelatan, nyatanya ini tidaklah baik. Ini menjadi tanda bahwa kulit telah rusak. Kulit menghasilkan pigmen gelap yang menggelapkan kulit untuk melindungi diri dari sinar UV yang lebih banyak.

Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia (1985), untuk melindungi kulit dari bahaya radiasi UVA dan UVB, sunblock atau tabir surya akan menghalangi penyerapan radiasi ke dalam permukaan kulit. Kandungan yang cukup dominan dalam sunblock adalah seng oksida (zinc oxide) dan titanium dioksida. Kedua zat aktif ini berfungsi sebagai tameng pada permukaan kulit. Biasanya tekstur sunblock terasa lebih pekat dari losion pada umumnya. Setelah membalur tubuh dengan sunblock, pada permukaan kulit akan terlihat lapisan berwarna putih. Lapisan inilah yang akan menangkal radiasi berbahaya. Sudahkan anda menggunakan sunblock ?

Referensi :
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1985. Formularium Kosmetika Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia




8 comments:

  1. Trims infonya👍👍👍👍👍👍👍🙏

    ReplyDelete
  2. Makasih cantik infonya sukses selalu

    ReplyDelete
  3. Mksh bnyk infonyo����

    ReplyDelete
  4. Siip smga Baarakallahu Aamiin YRA...

    ReplyDelete
  5. Mantap yuk. nambah lagi pengetahuan

    ReplyDelete
  6. For a long time me & my friend were searching for informative blogs, but now I am on the right place guys, you have made a room in my heart! adsorbent manufacturers

    ReplyDelete