Sinar matahari memancarkan energi yang sangat besar seperti radiasi
ultraviolet (UV). Radiasi tersebut terdiri dari UVA dan UVB dimana dapat
diserap oleh kulit manusia dan UVC yang sampai saat ini tidak bisa mencapai
permukaan bumi karena terhalang lapisan ozon. Menurut Departemen Kesehatan
Republik Indonesia (2013), Paparan sinar UV pada pukul 10 pagi hingga 4 sore mengakibatkan
berbagai masalah pada kulit diantaranya :
1.
Penuaan
dini dan Keriput
Paparan sinar matahari dalam jangka
waktu yang panjang dapat menyebabkan perubahan pada kulit, yaitu dapat membuat
kulit menjadi longgar, keriput serta kasar. Hampir 80% penuaan dini disebabakan
oleh sinar matahari, karena UVA akan memecah struktur kolagen dan menurunkan
kemampuan dalam regenerasi kulit.
2.
Luka
Bakar
Paparan radiasi UVA, UVB, dan UVC
yang berlebihan berpotensi merusak kulit seperti menimbulkan bercak merah dan
luka bakar bahkan dapat menyebabkan bengkak, lecet, pengelupasan kulit hingga
kanker.
3.
Bintik-Bintik
Bintik-bintik akibat sinar matahari
tidak hanya akan terbentuk pada wajah, namun juga pada tangan, kaki, badan, dan
lainnya. Bintik-bintik tersebut adalah melanin
yang bertanggung jawab untuk melindungi kulit dari sinar ultraviolet. Melanin
itu diproduksi dari gen bernama MC1R ( melanocortin-1 receptor ) yang
bertanggung jawab membuat kulit berbintik, rambut berwarna merah, dan kulit
berwana putih. Jika kulit tidak terlindungi, sinar ultraviolet dapat menyebabkan
kanker, kulit yang terbakar, membahayakan sistem imun dan menuakan kulit.
4.
Warna
Kulit Kecoklatan
Mendapati tubuh yang berubah warna
hingga sangat kecokelatan, nyatanya ini tidaklah baik. Ini menjadi tanda bahwa
kulit telah rusak. Kulit menghasilkan pigmen gelap yang menggelapkan kulit
untuk melindungi diri dari sinar UV yang lebih banyak.
Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia (1985), untuk melindungi kulit dari bahaya radiasi UVA dan
UVB, sunblock atau tabir surya akan menghalangi penyerapan radiasi ke dalam
permukaan kulit. Kandungan yang cukup dominan dalam sunblock adalah seng oksida
(zinc oxide) dan titanium dioksida. Kedua zat aktif ini berfungsi sebagai
tameng pada permukaan kulit. Biasanya tekstur sunblock terasa lebih pekat dari
losion pada umumnya. Setelah membalur tubuh dengan sunblock, pada permukaan
kulit akan terlihat lapisan berwarna putih. Lapisan inilah yang akan menangkal
radiasi berbahaya. Sudahkan anda menggunakan sunblock ?
Referensi :
Departemen Kesehatan Republik
Indonesia. 1985. Formularium Kosmetika Indonesia. Jakarta: Departemen
Kesehatan Republik Indonesia.
Departemen Kesehatan Republik
Indonesia. 2013. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta : Balai Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia





Mksh infona
ReplyDeleteTrims infonya👍👍👍👍👍👍👍🙏
ReplyDeleteMakasih cantik infonya sukses selalu
ReplyDeleteMksh bnyk infonyo����
ReplyDeleteSiip smga Baarakallahu Aamiin YRA...
ReplyDeleteMantap yuk. nambah lagi pengetahuan
ReplyDeleteCucok dak buat laki laki
ReplyDeleteFor a long time me & my friend were searching for informative blogs, but now I am on the right place guys, you have made a room in my heart! adsorbent manufacturers
ReplyDelete