Dalam suatu bidang kefarmasian,
tentu saja tidak asing mendengar istilah obat. Obat-obatan seiring dengan
perkembangan zaman perlu dikembangkan karena semakin banyak model
penyakit-penyakit baru yang timbulnya. Sehingga perlu dilakukan modifikasi atau
pengembangan dari obat yang lama. Salah satu metode yang dapat digunakan dan
yang paling umum diketahui adalah melihat model farmakofor. Tujuan melihat
farmakofor adalah adanya interaksi penting antara protein dan ligan.
Metode farmakofor melakukan pencarian bagian
mana yang berperan dalam senyawa tersebut. Berperan di sini maksudnya berperan
dalam bereaksi dengan reseptor. Jika diandaikan sebuah senyawa seperti
tubuh manusia, maka akan dicari bagian mana yang akan mampu berinteraksi dengan
orang lain. Misalkan tangan untuk salaman. Maka bagian tangan inilah yang
nantinya akan dijadikan titik utama dalam simulasi. Bagian yang dianggap memiliki
peran dalam interaksi ini harus memiliki beberapa kesamaan dengan reseptor.
Seperti sifat fisikokimia, seperti sifat elektronik, hidrofobik dan sterik.
Sama halnya denga mencari pasangan, pasti kita akan mencari beberapa kesamaan
dengan pasangan kita. Entah itu hobi atau kesukaan makanan. Bukan mencari
perbedaan yang malah akan semakin jauh dari harapan cinta, ceileee, hihi. Nah
itulah prinsip dari metode farmakofor.
Salah satu metode farmakofor
yaitu metode ligand-based pharmacophore modelling yaitu dengan
cara mengimpit atau menggabungkan
molekul aktif pada obat dan menggali ikatan kimia yang penting untuik
aktivitasnya. Metode structure-based-pharmacophore designi dapat
dilakukan dengan cara melihat interaksi antara target atau reseptor dengan
makromolekul ligannya. Pada metode structure-based pharmacophore
design, dalam hal untuk pemodelan farmakofor, tahap
selanjutnya yaitu diskrining secara virtual. Metode ini bertujuan agar
mendapatkan kandidat obat yang aktif sehingga dapat dijadikan dasar
dalam pengujian aktivitas yang lebih lanjut. Selanjutnya, setelah
itu dapat dilihat melalui aplikasi Ligand Scout yang akan
memberikan hasil berupa basis kompleks antara ligand an makromolekul.
Metode structure-based pharmacophore design sendiri dibagi
menjadi 2 sub kategori, yaitu berbasis kompleks ligan dan makromolekul serta
berbasis makromolekul (tanpa ligan) (Yang, 2011).
Kemudian, model-model farmakofor
dilakukan dengan cara menggabungkan atau mengiriskan model farmakofor tersebut.
Kemudian farmakofor tersebut diskrining terhadap moolekul senyawa yang aktif
maupun yang tidak aktif. Selanjutnya parameter yang digunakanya itu melihat nilai
dari kurva Receiving Operating Characteristic (ROC) dan pharmacophore
fit score.
Berikut ini penjelasan parameternya
adalah sebagai berikut :
1. Kurva ROC
berupa grafik dan kurva yang digunakan untuk mengecek validitas terhadap model
farmakofor. Kurva ROC menunjukkan nilai dari selektivitas dan spesifisitas dari
model farmakofor terhadap kemampuan dalam memilih senyawa aktif dan kemampuan
untuk menyingkirkan senyawa tidak aktif.
2. Pharmacophore fit score yaitu dengan melihat nilai fit Value dari
molekul yang telah diskrining terhadap model farmakofor yang
kemudian akan diurutkan berdasarkan nilai fit Value-nya.
Identifikasi Farmakofor
1. Mendefinisikan kelompok-kelompok penting yang terlibat dalam pengikatan
2. Mendefinisikan posisi relatif dari kelompok pengikat
3. Perlu diketahui konformasi aktif
4. Penting untuk desain obat
5. Penting untuk penemuan obat
Proses pengembangan model farmakofor
umumnya melibatkan langkah-langkah berikut:
1. Pilih satu set ligan pelatihan - Pilihlah kumpulan molekul yang beragam
secara struktural yang akan digunakan untuk mengembangkan model farmakofor.
Sebagai model farmakofor harus dapat membedakan antara molekul dengan dan tanpa
bioaktivitas, himpunan molekul harus mencakup senyawa aktif dan tidak aktif.
2. Analisis konformasional - Buat satu set konformasi energi rendah yang
cenderung mengandung konformasi bioaktif untuk masing-masing molekul yang
dipilih.
3. Superimposisi molekul - Superimpose ("fit") semua kombinasi
konformasi energi rendah dari molekul. Kelompok fungsional serupa
(bioisosterik) yang umum untuk semua molekul dalam himpunan dapat dipasang
(misal : Cincin fenil atau gugus asam karboksilat). Himpunan konformasi (satu
konformasi dari masing-masing molekul aktif) yang menghasilkan kecocokan
terbaik dianggap sebagai konformasi aktif.
4. Abstraksi - Transformasi molekul yang dilapiskan menjadi representasi
abstrak. Sebagai contoh, cincin fenil yang dilapiskan dapat disebut secara
lebih konseptual sebagai elemen 'batang aromatik' farmakofor. Demikian juga,
gugus hidroksi dapat ditunjuk sebagai elemen farmakofor donor / akseptor
hidrogen-ikatan.
5. Validasi - Model farmakofor adalah hipotesis yang menghitung aktivitas
biologis yang diamati dari sekumpulan molekul yang mengikat target biologis
yang sama. Model ini hanya berlaku sejauh ia mampu menjelaskan perbedaan
aktivitas biologis dari berbagai molekul.
Referensi
Yang., P., Liu H.-C., Chen Y.-D., Yuan H.-L., Sun S.-L., Gao Y.-P., Yang
P., Zhang L., Lu T., and Lu S. 2011. Combined Pharmacophore Modeling, Docking,
and 3DQSAR Studies of PLK1 Inhibitors, Int. J. Mol. Sci., 12, 8713-8739
Pertanyaan :
1.
Apakah
terdapat metode lain untuk mengembangkan suatu obat selain farmakofor?
2. Bagaimana cara mendesain suatu obat baru dari suatu senyawa yang sudah di
ketahui kegunaanya?
3. kelebihan dan kekurangan farmakofor ?
4. Bagaimana menentukan site target suatu farmakofor obat?
Baik lah saya akan menjawab pertanyaan nomor 3 yaitu adanya metode dari Q-SAR
ReplyDeleteTerimakasih kak roly atas jawabannya
DeleteAssalamualaikum hayy eugenia
ReplyDeleteSaya coba jawab pertanyaannya yaaa..
Nomor 3
menurut saya kelebihan farmakofor ini adalah untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar.
Nomor 4
Untuk bagian yg akan berikatan dg site target ada terdapat 3 ikatan, yaitu HBA/HBD pada OH (hidroksi) , gugus aromatik pada ikatan vanderwaals, dan ikatan ionik pada nitrogen nya,
Namun site target terdapat anionic site dimana akan berikatan dg gugus bermuatan positif, focus of charge yg punya sifat hidrofilik, cagity dg sifat hidrofobik, dan flat surface yg berikatan dg phenolic.
Semoga bermanfaat...
Thankyou dyah, sangat membantu
DeleteHalo Eugeniaaaaaa, semoga materi diatas bermanfaat bagi kita semua yaa, saya akan membatu menjawab salah datu pertanyaan di atas, menurut saya kelebihan farmakofor ini adalah untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar
ReplyDeleteHalo Eugeniaaaaaa, semoga materi diatas bermanfaat bagi kita semua yaa, saya akan membatu menjawab salah datu pertanyaan di atas, menurut saya kelebihan farmakofor ini adalah untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar
ReplyDeleteTerimakasih atas bantuannya
DeleteHalo Eugeniaaaaaa, semoga materi diatas bermanfaat bagi kita semua yaa, saya akan membatu menjawab salah datu pertanyaan di atas, menurut saya kelebihan farmakofor ini adalah untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar
ReplyDeleteHy eugenia, saya akan membantu menjawab pertanyaan nomor 2.
ReplyDeleteLangkah langkah dalam mendesain obat baru adalah:
1. Mencari senyawa penuntun ( lead compound )
2. Manipulasi molekul ( modifikasi molekul atau modifikasi struktur)
3. Merumuskan hubungan kuantitatif sementara antara struktur -aktivitas biologis dari senyawa yang jumlahnya terbatas dengan menggunakan statistik analisis regresi.
4. Hasil analisis regresi kemudian dievaluasi dan merancang sejenisnya untuk mengembangkan dan menyempurnakan hubungan tersebut
5.Merancang penggunaan bentuk sediaan obat yang sesuai.
6.Merancang aturan dosis yang sesuai
7. Evaluasi Klinik
Semoga membantu 😊
Terimakasih hefiza, jawabannya sangat membantu
DeleteAssalamualaikum eugenn saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 4.
ReplyDeleteUntuk bagian yg akan berikatan dg site target ada terdapat 3 ikatan, yaitu HBA/HBD pada OH (hidroksi) , gugus aromatik pada ikatan vanderwaals, dan ikatan ionik pada nitrogen nya, Namun site target terdapat anionic site dimana akan berikatan dg gugus bermuatan positif, focus of charge yg punya sifat hidrofilik, cagity dg sifat hidrofobik, dan flat surface yg berikatan dg phenolic...semoga bermanfaat.
Waalaikumsalam fitri, terimakasih atas jawabannya
DeleteHai eugen..
ReplyDeleteSaya akan menjawab pertanyaan no 3.
Menurut saya kelebihan farmakofor ini adalah untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar
Terimakasih yustika
DeleteKalo boleh saya bernnya apakah ada kelebihan yg lainnya untk metde farmakofor ni slain mnghemat biaya,misalkan yg lebih spesifik dri hsil yg ddpat
DeleteHalo nesti, menurut saya kelebihan farmakofor sndri sangaah penting utk mengetahui struktur dr suatu obat yang tentunya jika mau menentukan struktur baru dari turunannya
DeleteSemoga bermanfaat
Assalammu'alaikum yujin ,
ReplyDeleteSaya akan mencoba jawab pertanyaan nmor
4 yaitu Untuk bagian yg akan berikatan dg site target ada terdapat 3 ikatan, yaitu HBA/HBD pada OH (hidroksi) , gugus aromatik pada ikatan vanderwaals, dan ikatan ionik pada nitrogen nya, Namun site target terdapat anionic site dimana akan berikatan dg gugus bermuatan positif, focus of charge yg punya sifat hidrofilik, cagity dg sifat hidrofobik, dan flat surface yg berikatan dg phenolic
Waalaikumsalam irma, terimakasih atas bantuannya
DeleteAssalamualaikun yujin. Izinkan saya menjawab pertanyaan no 2. Dimana menurut saya Desain obat dapat dibagi menjadi 2 kategori, langsung dan tidak langsung. Pendekatan langsung (Direct Approach) menguntungkan dari segi pengetahuan tentang struktur atom dari reseptor obat dan memegang peranan penting dalam penelitian di bidang farmasi. Pendekatan tidak langsung (Indirect Approach) merupakan pendekatan yang diterapkan program penelitian kimia medicinal pada umumnya, dimana tidak ada informasi secara terstrukur tentang reseptor target. Kedua pendekatan tersebut meliputi optimalisasi suatu senyawa penuntun atau senyawa-senyawa hasil sintesis dari molekul baru. Metode komputasi memberikan dukungan yang sangat penting terhadap kedua pendekatan tersebut. Beberapa perangkat spesifik untuk desain obat secara langsung mencoba menghasilkan desain de novo untuk molekul-molekul dengan terhadap reseptor tertentu berdasarkan struktur reseptor tersebut. Perkembangan sekarang termasuk mencoba untuk membentuk molekul dengan suatu bagian yang aktif dan keberhasilan metode penelusuran data base 3D dari Desjarlanis dkk. Pendekatan-pendekatan yang paling berarti dalam lingkup desain obat secara tidak langsung didasarkan penggunaan metode statistic terhadap desain seri molekul-molekul untuk sintesis dan analisis HKSA dalam hal data yang berkaitan dengan obat. Suatu pendekatan yang sempurna awalnya dikembangkan di Marshall’s Laboratory di St. Louis, yakni membuat model-model tiga dimensi dari ikatan reseptor dengan obat dengan membandingkan afinitas terhadap suatu reseptor yang sama dari beberapa molekul yang berbeda berdasarkan struktur molekul-molekul tersebut. Model-model tersebut merupakan dasar untuk kajian COMFA (Comparative molecular field analysis), yang mengijinkan para desainer obat untuk memprediksi aktivitas molekul-molekul hipotesis berdasarkan data 3D ligan-ligan terhadap suatu reseptor dengan struktur yang tidak diketahui dan penelusuran data base 3D terhadap senyawa penuntun.
ReplyDelete- langkah - langkah dalam mendesain obat baru adalah:
1. Mencari senyawa penuntun ( lead compound )
2. Manipulasi molekul ( modifikasi molekul atau modifikasi struktur)
3. Merumuskan hubungan kuantitatif sementara antara struktur -aktivitas biologis dari senyawa yang jumlahnya terbatas dengan menggunakan statistik analisis regresi.
Thankyou kak anggun
DeleteWaaaaah pemaparan ini sangat membantu saya,sblumnya sya juga masih ragu tentang desain obat ini ,trimakasih anggun :)
Delete4. saya akan menjawab pertanyaan no.4, Untuk bagian yg akan berikatan dg site target ada terdapat 3 ikatan, yaitu HBA/HBD pada OH (hidroksi) , gugus aromatik pada ikatan vanderwaals, dan ikatan ionik pada nitrogen nya, Namun site target terdapat anionic site dimana akan berikatan dg gugus bermuatan positif, focus of charge yg punya sifat hidrofilik, cagity dg sifat hidrofobik, dan flat surface yg berikatan dg phenolic
ReplyDeleteTerimakasih ovi, jawabannya sangat membantu
DeleteAssalamualaikum eugen, untuk pertanyaan no. 1 , Dalam kimia medisinal aplikasi perancangan obat ini dikenal dengan SAR & QSAR.SAR adalah Structure Activity Relationship (Hubungan Struktur Aktivitas) dan QSAR atau Quantitative Structure Activity Relationship (Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas).
ReplyDeleteTerimakasih atas bantuan
DeleteAssalamualaikum eugen, untuk pertanyaan no. 1 , Dalam kimia medisinal aplikasi perancangan obat ini dikenal dengan SAR & QSAR.SAR adalah Structure Activity Relationship (Hubungan Struktur Aktivitas) dan QSAR atau Quantitative Structure Activity Relationship (Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas).
ReplyDeleteTerimakasih atas bantuan
DeleteAssalamualaikum eugen, untuk pertanyaan no. 1 , Dalam kimia medisinal aplikasi perancangan obat ini dikenal dengan SAR & QSAR.SAR adalah Structure Activity Relationship (Hubungan Struktur Aktivitas) dan QSAR atau Quantitative Structure Activity Relationship (Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas).
ReplyDeleteAssalamualaikum, utk pertanyaan nomor 1. Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer.
ReplyDeleteTerimakasih atas jawabannya
Deletehay yujin, saya akan mecoba membantu menjawab soal nomor 3. menurut pendapat saya kelebihan farmakopor adalah dapat menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunkan dalam meneliti taupun mendiseign obat baru. sedangkan untuk kekurangan tidak mudah untuk mencari suatu analog yang sesuai dengan farmakopr yang akan dibuat analog yang dapat menimbulkan toksisitas yang besar
ReplyDeleteTerimakasih atas jawabannya
Deletehay yujin, saya akan mecoba membantu menjawab soal nomor 3. menurut pendapat saya kelebihan farmakopor adalah dapat menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunkan dalam meneliti taupun mendiseign obat baru. sedangkan untuk kekurangan tidak mudah untuk mencari suatu analog yang sesuai dengan farmakopr yang akan dibuat analog yang dapat menimbulkan toksisitas yang besar
ReplyDeleteTerimakasih atas jawabannya
DeleteHai eugen..
ReplyDeleteSaya akan menjawab pertanyaan no 3.
Menurut saya kelebihan farmakofor ini adalah untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar
saya akan menjawab pertanyaan no.3
ReplyDeleteMetode lain untuk mengembangkan suatu obat yaitu dengan bantuan komputer (Computer assited Drug Design = CADD)' terutama berhubungan dengan parameter kimia fisika yang terlibat dalam aktivitas obat,hubungan kuantitatif struktur-aktivitas dan model kimia kuantum atau perhitungan orbit molekul
Program komputer untuk rancangan obat rasional antara lain :
BIOCES : Biochemical Expert System, untuk model protein, rekayasa protein dan Kimia Medisinal2) CoMFA : Comparative Moleculer Field Analysis (SYBYL).3) EMIL : Example Mediated Innovation for Lead Evolution, untuk mencari evolusi atau rancangan analog.4) MMMS : untuk model molekul, rancangan obat dan perhitungan kimia kuantum.5) GREEN : untuk studi struktur reseptor6) RECEPT : untuk rasional superkomposisi molekul dan mapping reseptor7) MMS-X : untuk rancangan obat, mapping reseptor dan analisis konformasi. Program komputer untuk menghubungkan struktur molekul dengan aktivitas biologis antara lain : ALS : Adaptive Least Square 2) LDA : Linear Discriminant Analysis3) SIMCA :Statistical Isolinear Multiple Compound Analysis4) LLM ;Linear Learning Machine5) SAS : Statitistical Analysis System6) HANSCH : metode Hansch,regresi linear.7) QSAR : analisis regresi dan de novo
Terimakasih atas jawabannya
DeleteHai eugen
ReplyDeleteDaya coba bantu menjawab no 3 ya
Halo Eugen, menurut saya kelebihan farmakofor ini adalah untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar
Terimakasih atas jawabannya
DeleteHai eugenia, saya akan membantu menjawab pertanyaan nomor 4,
ReplyDeleteUntuk bagian yg akan berikatan dg site target ada terdapat 3 ikatan, yaitu HBA/HBD pada OH (hidroksi) , gugus aromatik pada ikatan vanderwaals, dan ikatan ionik pada nitrogen nya,
Namun site target terdapat anionic site dimana akan berikatan dg gugus bermuatan positif, focus of charge yg punya sifat hidrofilik, cagity dg sifat hidrofobik, dan flat surface yg berikatan dg phenolic.
Semoga bermanfaat��
Eugen apo kabar?
ReplyDelete4. saya akan menjawab pertanyaan no.4, Untuk bagian yg akan berikatan dg site target ada terdapat 3 ikatan, yaitu HBA/HBD pada OH (hidroksi) , gugus aromatik pada ikatan vanderwaals, dan ikatan ionik pada nitrogen nya, Namun site target terdapat anionic site dimana akan berikatan dg gugus bermuatan positif, focus of charge yg punya sifat hidrofilik, cagity dg sifat hidrofobik, dan flat surface yg berikatan dg phenolic
ReplyDeleteTerimakasih atas jawabannya
Deleteartikel yang sangat bermanfaat sekali Eugenia
ReplyDeleteTerimakasih kak widya
Deletesaya akan menjawab pertanyaan no.3
ReplyDeleteMetode lain untuk mengembangkan suatu obat yaitu dengan bantuan komputer (Computer assited Drug Design = CADD)' terutama berhubungan dengan parameter kimia fisika yang terlibat dalam aktivitas obat,hubungan kuantitatif struktur-aktivitas dan model kimia kuantum atau perhitungan orbit molekul
Program komputer untuk rancangan obat rasional antara lain :
BIOCES : Biochemical Expert System, untuk model protein, rekayasa protein dan Kimia Medisinal2) CoMFA : Comparative Moleculer Field Analysis (SYBYL).3) EMIL : Example Mediated Innovation for Lead Evolution, untuk mencari evolusi atau rancangan analog.4) MMMS : untuk model molekul, rancangan obat dan perhitungan kimia kuantum.5) GREEN : untuk studi struktur reseptor6) RECEPT : untuk rasional superkomposisi molekul dan mapping reseptor7) MMS-X : untuk rancangan obat, mapping reseptor dan analisis konformasi. Program komputer untuk menghubungkan struktur molekul dengan aktivitas biologis antara lain : ALS : Adaptive Least Square 2) LDA : Linear Discriminant Analysis3) SIMCA :Statistical Isolinear Multiple Compound Analysis4) LLM ;Linear Learning Machine5) SAS : Statitistical Analysis System6) HANSCH : metode Hansch,regresi linear.7) QSAR : analisis regresi dan de novo
Terimakasih atas jawabannya
Delete4. saya akan menjawab pertanyaan no.4, Untuk bagian yg akan berikatan dg site target ada terdapat 3 ikatan, yaitu HBA/HBD pada OH (hidroksi) , gugus aromatik pada ikatan vanderwaals, dan ikatan ionik pada nitrogen nya, Namun site target terdapat anionic site dimana akan berikatan dg gugus bermuatan positif, focus of charge yg punya sifat hidrofilik, cagity dg sifat hidrofobik, dan flat surface yg berikatan dg phenolic
ReplyDeleteTerimakasih atas jawabannya
DeleteAss...eugenia,, saya akan coba menjawab pertanyaan nomor 3, menurut saya kelebihan dari farmakofor yaitu, farmakofor berguna untuk mengetahui sisi aktif dari suatu senyawa yang dapat berikatan dengan suatu reseptor yg di inginkan dan bertanggungjawab dengan respon biologis nya, sehingga nanti nya dapat di modifikasi untuk mendapatkan efek obat yang optimal, dan efek samping yang minimal, sedangkan kekurangan nya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor.
ReplyDeleteWaalaikumsalam, Terimakasih atas jawabannya
DeleteAss. Wr. Wb,, dek nia,saya akan coba menjawab pertanyaan nomor 3, menurut saya kelebihan dari farmakofor yaitu, farmakofor berguna untuk mengetahui sisi aktif dari suatu senyawa yang dapat berikatan dengan suatu reseptor yg di inginkan dan bertanggungjawab dengan respon biologis nya, sehingga nanti nya dapat di modifikasi untuk mendapatkan efek obat yang optimal, dan efek samping yang minimal, sedangkan kekurangan nya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor.
ReplyDeleteWaalaikumsalam, Terimakasih atas jawabannya
DeleteAssalamualaikum eugen, untuk pertanyaan no. 1 , Dalam kimia medisinal aplikasi perancangan obat ini dikenal dengan SAR & QSAR.SAR adalah Structure Activity Relationship (Hubungan Struktur Aktivitas) dan QSAR atau Quantitative Structure Activity Relationship (Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas).
ReplyDeleteWaalaikumsalam, Terimakasih atas jawabannya
DeleteHai Eugen, tulisannya sangat bermanfaat. Mau nanya dong gimana sih cara mengidentifikasi farmakopor senyawa obat dari bahan alam?
ReplyDeleteHalo kharina, disini saya akan mencoba menjawab pertanyaannya . Ketika target dan sistem pengujian telah ditentukan, selanjutnya adalah menemukan leadcompound dimana merupakan senyawa yang menunjukkan aktivitas pengobatan. Tingkat aktivitas mungkin tidak begitu besar dan adanya efek samping yang tidak diinginkan, tetapisenyawa utama ini dapat mengawali sebuah proses pengembangan suatu obat. Ada beberapa carauntuk menemukan senyawa utama ini, antara lain:
Delete1. Penyaringan dari bahan-bahan alam
2. Cerita-serita pengobatan
3. Penyaringan “bank” sintesis
4. Obat yang telah ada
5. Mengawali dari ligan alami atau modulator
6. Sintesis kombinasi
7. Desain dengan bantuan komputer
8. Fakta-fakta ilmiah dan pemikiran
9. Pencarian data struktural menggunakan komputer
10. Mendesain senyawa utama dengan NMR
Semoga bisa membantu :)
Hay kakak,, artikelnya sangat bagus sekali, dan sangat mudah dipahami..terimakasih
ReplyDeleteApa kelebihan metode rapid di bandingkan dengan metode lainnya?
Hai lexsa, saya akan mencoba menjawab pertanyaan diatas. Kelebihan rapid dibanding metode lain yaitu :
Delete1. Penghematan waktu dalam keseluruhan fase projek dapat dicapai.
2. Mengurangi seluruh kebutuhan yang berkaitan dengan biaya projek dan sumberdaya manusia.
3. sangat membantu pengembangan aplikasi yang berfokus pada waktu penyelesaian projek.
4. Perubahan desain sistem dapat lebih berpengaruh dengan cepat dibandingkan dengan metode lain seperti pendekatan SDLC tradisional.
5. Sudut pandang user disajikan dalam sistem akhir baik melalui fungsi-fungsi sistem atau antarmuka pengguna.
6. menciptakan rasa kepemilikan yang kuat di antara seluruh pemangku kebijakan projek.
Semoga bermanfaat
Halo Eugen, menurut saya kelebihan farmakofor ini adalah untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar
ReplyDeleteTerimakasih atas jawabannya
DeleteHii Eugen, artikel yg menarik,, dsni sya ingin menjawab pertanyaan yg anda paparkan salah satu nya yaitu Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer
ReplyDeleteTerimakasih atas jawabannya bella
DeleteHay kak Eug,saya akan mencoba menjawab soal no 3, yaitu kelebihan dan kekurangan Farmakofor. Kelebihan Farmakofor adalah untuk menghemat biaya dan waktu saat meneliti atau mendesign obat baru, sedangkan kekurangan Farmakofor adalah tidak mudah mencari analog yang sesuai bisa saja analog yang sesuai dapat menimbulkan efek toksisitas yang sangat besar.
ReplyDeleteSemoga bermanfaat ya kak.
Terimakasih atas jawabannya lidia
DeleteHaii eugen, artikelnya sangat membantu dalam pembelajaran saya,,
ReplyDeleteKalau boleh tau dari apa yg telah eugen paparkn, bagaimana sih penggunaan RAPID ini dalam kehidupan sehari-hari?
Sekian, tolong di bantu jawab ya.,
Terimakasih..
Halo Eugen, menurut saya kelebihan farmakofor yaitu untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti atau mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar
ReplyDeleteTerimakasih atas jawabannya auror sangat membantu sekali
Deletejawaban no 1
ReplyDelete1. - Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer.
- Dalam kimia medisinal aplikasi perancangan obat ini dikenal dengan SAR & QSAR.SAR adalah Structure Activity Relationship (Hubungan Struktur Aktivitas) dan QSAR atau Quantitative Structure Activity Relationship (Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas).
2. - Desain obat dapat dibagi menjadi 2 kategori, langsung dan tidak langsung. Pendekatan langsung (Direct Approach) menguntungkan dari segi pengetahuan tentang struktur atom dari reseptor obat dan memegang peranan penting dalam penelitian di bidang farmasi. Pendekatan tidak langsung (Indirect Approach) merupakan pendekatan yang diterapkan program penelitian kimia medicinal pada umumnya, dimana tidak ada informasi secara terstrukur tentang reseptor target. Kedua pendekatan tersebut meliputi optimalisasi suatu senyawa penuntun atau senyawa-senyawa hasil sintesis dari molekul baru. Metode komputasi memberikan dukungan yang sangat penting terhadap kedua pendekatan tersebut. Beberapa perangkat spesifik untuk desain obat secara langsung mencoba menghasilkan desain de novo untuk molekul-molekul dengan terhadap reseptor tertentu berdasarkan struktur reseptor tersebut. Perkembangan sekarang termasuk mencoba untuk membentuk molekul dengan suatu bagian yang aktif dan keberhasilan metode penelusuran data base 3D dari Desjarlanis dkk. Pendekatan-pendekatan yang paling berarti dalam lingkup desain obat secara tidak langsung didasarkan penggunaan metode statistic terhadap desain seri molekul-molekul untuk sintesis dan analisis HKSA dalam hal data yang berkaitan dengan obat. Suatu pendekatan yang sempurna awalnya dikembangkan di Marshall’s Laboratory di St. Louis, yakni membuat model-model tiga dimensi dari ikatan reseptor dengan obat dengan membandingkan afinitas terhadap suatu reseptor yang sama dari beberapa molekul yang berbeda berdasarkan struktur molekul-molekul tersebut. Model-model tersebut merupakan dasar untuk kajian COMFA (Comparative molecular field analysis), yang mengijinkan para desainer obat untuk memprediksi aktivitas molekul-molekul hipotesis berdasarkan data 3D ligan-ligan terhadap suatu reseptor dengan struktur yang tidak diketahui dan penelusuran data base 3D terhadap senyawa penuntun.
- langkah - langkah dalam mendesain obat baru adalah:
1. Mencari senyawa penuntun ( lead compound )
2. Manipulasi molekul ( modifikasi molekul atau modifikasi struktur)
3. Merumuskan hubungan kuantitatif sementara antara struktur -aktivitas biologis dari senyawa yang jumlahnya terbatas dengan menggunakan statistik analisis regresi.
4. Hasil analisis regresi kemudian dievaluasi dan merancang sejenisnya untuk mengembangkan dan menyempurnakan hubungan tersebut
5.Merancang penggunaan bentuk sediaan obat yang sesuai.
6.Merancang aturan dosis yang sesuai
7. Evaluasi Klinik
3. Halo Eugen, menurut saya kelebihan farmakofor ini adalah untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar
saya akan menjawab pertanyaan no.4, Untuk bagian yg akan berikatan dg site target ada terdapat 3 ikatan, yaitu HBA/HBD pada OH (hidroksi) , gugus aromatik pada ikatan vanderwaals, dan ikatan ionik pada nitrogen nya, Namun site target terdapat anionic site dimana akan berikatan dg gugus bermuatan positif, focus of charge yg punya sifat hidrofilik, cagity dg sifat hidrofobik, dan flat surface yg berikatan dg phenolic.
Terimakasih atas jawabannya
DeleteAssalamu'alaykum jawaban nmr 1
ReplyDelete1. - Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer.
- Dalam kimia medisinal aplikasi perancangan obat ini dikenal dengan SAR & QSAR.SAR adalah Structure Activity Relationship (Hubungan Struktur Aktivitas) dan QSAR atau Quantitative Structure Activity Relationship (Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas).
Terimakasih frisca atas jawabannya
DeleteAssalamualaikum.
ReplyDeleteSaya akan membantu menjawab pertanyaannya.
jawaban no 1
1. - Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer.
- Dalam kimia medisinal aplikasi perancangan obat ini dikenal dengan SAR & QSAR.SAR adalah Structure Activity Relationship (Hubungan Struktur Aktivitas) dan QSAR atau Quantitative Structure Activity Relationship (Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas).
jawaban no 2
2. - Desain obat dapat dibagi menjadi 2 kategori, langsung dan tidak langsung. Pendekatan langsung (Direct Approach) menguntungkan dari segi pengetahuan tentang struktur atom dari reseptor obat dan memegang peranan penting dalam penelitian di bidang farmasi. Pendekatan tidak langsung (Indirect Approach) merupakan pendekatan yang diterapkan program penelitian kimia medicinal pada umumnya, dimana tidak ada informasi secara terstrukur tentang reseptor target. Kedua pendekatan tersebut meliputi optimalisasi suatu senyawa penuntun atau senyawa-senyawa hasil sintesis dari molekul baru. Metode komputasi memberikan dukungan yang sangat penting terhadap kedua pendekatan tersebut. Beberapa perangkat spesifik untuk desain obat secara langsung mencoba menghasilkan desain de novo untuk molekul-molekul dengan terhadap reseptor tertentu berdasarkan struktur reseptor tersebut. Perkembangan sekarang termasuk mencoba untuk membentuk molekul dengan suatu bagian yang aktif dan keberhasilan metode penelusuran data base 3D dari Desjarlanis dkk. Pendekatan-pendekatan yang paling berarti dalam lingkup desain obat secara tidak langsung didasarkan penggunaan metode statistic terhadap desain seri molekul-molekul untuk sintesis dan analisis HKSA dalam hal data yang berkaitan dengan obat. Suatu pendekatan yang sempurna awalnya dikembangkan di Marshall’s Laboratory di St. Louis, yakni membuat model-model tiga dimensi dari ikatan reseptor dengan obat dengan membandingkan afinitas terhadap suatu reseptor yang sama dari beberapa molekul yang berbeda berdasarkan struktur molekul-molekul tersebut. Model-model tersebut merupakan dasar untuk kajian COMFA (Comparative molecular field analysis), yang mengijinkan para desainer obat untuk memprediksi aktivitas molekul-molekul hipotesis berdasarkan data 3D ligan-ligan terhadap suatu reseptor dengan struktur yang tidak diketahui dan penelusuran data base 3D terhadap senyawa penuntun.
- langkah - langkah dalam mendesain obat baru adalah:
1. Mencari senyawa penuntun ( lead compound )
2. Manipulasi molekul ( modifikasi molekul atau modifikasi struktur)
3. Merumuskan hubungan kuantitatif sementara antara struktur -aktivitas biologis dari senyawa yang jumlahnya terbatas dengan menggunakan statistik analisis regresi.
4. Hasil analisis regresi kemudian dievaluasi dan merancang sejenisnya untuk mengembangkan dan menyempurnakan hubungan tersebut
5.Merancang penggunaan bentuk sediaan obat yang sesuai.
6.Merancang aturan dosis yang sesuai
7. Evaluasi Klinik
jawaban no 3
3. Halo Eugen, menurut saya kelebihan farmakofor ini adalah untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar
jawaban no 4
saya akan menjawab pertanyaan no.4, Untuk bagian yg akan berikatan dg site target ada terdapat 3 ikatan, yaitu HBA/HBD pada OH (hidroksi) , gugus aromatik pada ikatan vanderwaals, dan ikatan ionik pada nitrogen nya, Namun site target terdapat anionic site dimana akan berikatan dg gugus bermuatan positif, focus of charge yg punya sifat hidrofilik, cagity dg sifat hidrofobik, dan flat surface yg berikatan dg phenolic
Terimakasih atas jawabannya
DeleteSaya akan menjawab pertanyaan yuk eugenia
ReplyDeletejawaban no 1
1. - Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer.
- Dalam kimia medisinal aplikasi perancangan obat ini dikenal dengan SAR & QSAR.SAR adalah Structure Activity Relationship (Hubungan Struktur Aktivitas) dan QSAR atau Quantitative Structure Activity Relationship (Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas).
jawaban no 2
2. - Desain obat dapat dibagi menjadi 2 kategori, langsung dan tidak langsung. Pendekatan langsung (Direct Approach) menguntungkan dari segi pengetahuan tentang struktur atom dari reseptor obat dan memegang peranan penting dalam penelitian di bidang farmasi. Pendekatan tidak langsung (Indirect Approach) merupakan pendekatan yang diterapkan program penelitian kimia medicinal pada umumnya, dimana tidak ada informasi secara terstrukur tentang reseptor target. Kedua pendekatan tersebut meliputi optimalisasi suatu senyawa penuntun atau senyawa-senyawa hasil sintesis dari molekul baru. Metode komputasi memberikan dukungan yang sangat penting terhadap kedua pendekatan tersebut. Beberapa perangkat spesifik untuk desain obat secara langsung mencoba menghasilkan desain de novo untuk molekul-molekul dengan terhadap reseptor tertentu berdasarkan struktur reseptor tersebut. Perkembangan sekarang termasuk mencoba untuk membentuk molekul dengan suatu bagian yang aktif dan keberhasilan metode penelusuran data base 3D dari Desjarlanis dkk. Pendekatan-pendekatan yang paling berarti dalam lingkup desain obat secara tidak langsung didasarkan penggunaan metode statistic terhadap desain seri molekul-molekul untuk sintesis dan analisis HKSA dalam hal data yang berkaitan dengan obat. Suatu pendekatan yang sempurna awalnya dikembangkan di Marshall’s Laboratory di St. Louis, yakni membuat model-model tiga dimensi dari ikatan reseptor dengan obat dengan membandingkan afinitas terhadap suatu reseptor yang sama dari beberapa molekul yang berbeda berdasarkan struktur molekul-molekul tersebut. Model-model tersebut merupakan dasar untuk kajian COMFA (Comparative molecular field analysis), yang mengijinkan para desainer obat untuk memprediksi aktivitas molekul-molekul hipotesis berdasarkan data 3D ligan-ligan terhadap suatu reseptor dengan struktur yang tidak diketahui dan penelusuran data base 3D terhadap senyawa penuntun.
- langkah - langkah dalam mendesain obat baru adalah:
1. Mencari senyawa penuntun ( lead compound )
2. Manipulasi molekul ( modifikasi molekul atau modifikasi struktur)
3. Merumuskan hubungan kuantitatif sementara antara struktur -aktivitas biologis dari senyawa yang jumlahnya terbatas dengan menggunakan statistik analisis regresi.
4. Hasil analisis regresi kemudian dievaluasi dan merancang sejenisnya untuk mengembangkan dan menyempurnakan hubungan tersebut
5.Merancang penggunaan bentuk sediaan obat yang sesuai.
6.Merancang aturan dosis yang sesuai
7. Evaluasi Klinik
jawaban no 3
3. Yuk Eugen, menurut saya kelebihan farmakofor ini adalah untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar
jawaban no 4
saya akan menjawab pertanyaan no.4, Untuk bagian yg akan berikatan dg site target ada terdapat 3 ikatan, yaitu HBA/HBD pada OH (hidroksi) , gugus aromatik pada ikatan vanderwaals, dan ikatan ionik pada nitrogen nya, Namun site target terdapat anionic site dimana akan berikatan dg gugus bermuatan positif, focus of charge yg punya sifat hidrofilik, cagity dg sifat hidrofobik, dan flat surface yg berikatan dg phenolic
Jawabannya sangat membantu terimakasih
Deletejawaban no 1
ReplyDelete1. - Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer.
- Dalam kimia medisinal aplikasi perancangan obat ini dikenal dengan SAR & QSAR.SAR adalah Structure Activity Relationship (Hubungan Struktur Aktivitas) dan QSAR atau Quantitative Structure Activity Relationship (Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas).
Hai putri, terimakasih atas jawabannya;)
Deletejawaban no 2
ReplyDelete2. - Desain obat dapat dibagi menjadi 2 kategori, langsung dan tidak langsung. Pendekatan langsung (Direct Approach) menguntungkan dari segi pengetahuan tentang struktur atom dari reseptor obat dan memegang peranan penting dalam penelitian di bidang farmasi. Pendekatan tidak langsung (Indirect Approach) merupakan pendekatan yang diterapkan program penelitian kimia medicinal pada umumnya, dimana tidak ada informasi secara terstrukur tentang reseptor target. Kedua pendekatan tersebut meliputi optimalisasi suatu senyawa penuntun atau senyawa-senyawa hasil sintesis dari molekul baru. Metode komputasi memberikan dukungan yang sangat penting terhadap kedua pendekatan tersebut. Beberapa perangkat spesifik untuk desain obat secara langsung mencoba menghasilkan desain de novo untuk molekul-molekul dengan terhadap reseptor tertentu berdasarkan struktur reseptor tersebut. Perkembangan sekarang termasuk mencoba untuk membentuk molekul dengan suatu bagian yang aktif dan keberhasilan metode penelusuran data base 3D dari Desjarlanis dkk. Pendekatan-pendekatan yang paling berarti dalam lingkup desain obat secara tidak langsung didasarkan penggunaan metode statistic terhadap desain seri molekul-molekul untuk sintesis dan analisis HKSA dalam hal data yang berkaitan dengan obat. Suatu pendekatan yang sempurna awalnya dikembangkan di Marshall’s Laboratory di St. Louis, yakni membuat model-model tiga dimensi dari ikatan reseptor dengan obat dengan membandingkan afinitas terhadap suatu reseptor yang sama dari beberapa molekul yang berbeda berdasarkan struktur molekul-molekul tersebut. Model-model tersebut merupakan dasar untuk kajian COMFA (Comparative molecular field analysis), yang mengijinkan para desainer obat untuk memprediksi aktivitas molekul-molekul hipotesis berdasarkan data 3D ligan-ligan terhadap suatu reseptor dengan struktur yang tidak diketahui dan penelusuran data base 3D terhadap senyawa penuntun.
- langkah - langkah dalam mendesain obat baru adalah:
1. Mencari senyawa penuntun ( lead compound )
2. Manipulasi molekul ( modifikasi molekul atau modifikasi struktur)
3. Merumuskan hubungan kuantitatif sementara antara struktur -aktivitas biologis dari senyawa yang jumlahnya terbatas dengan menggunakan statistik analisis regresi.
4. Hasil analisis regresi kemudian dievaluasi dan merancang sejenisnya untuk mengembangkan dan menyempurnakan hubungan tersebut
5.Merancang penggunaan bentuk sediaan obat yang sesuai.
6.Merancang aturan dosis yang sesuai
7. Evaluasi Klinik
Jawabannya sangat membantu, terimakasih :)
Deletejawaban no 1
ReplyDelete- Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer.
- Dalam kimia medisinal aplikasi perancangan obat ini dikenal dengan SAR & QSAR.SAR adalah Structure Activity Relationship (Hubungan Struktur Aktivitas) dan QSAR atau Quantitative Structure Activity Relationship (Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas).
Terimakasih atas jawabannya
Delete
ReplyDeletejawaban no 1
1. - Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer.
- Dalam kimia medisinal aplikasi perancangan obat ini dikenal dengan SAR & QSAR.SAR adalah Structure Activity Relationship (Hubungan Struktur Aktivitas) dan QSAR atau Quantitative Structure Activity Relationship (Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas).
Halo nurul, terimakasih atas jawabannya ;)
DeleteHalo althavoz, terimakasih atas jawabannya
ReplyDeletejawaban no 1
ReplyDelete- Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer.
- Dalam kimia medisinal aplikasi perancangan obat ini dikenal dengan SAR & QSAR.SAR adalah Structure Activity Relationship (Hubungan Struktur Aktivitas) dan QSAR atau Quantitative Structure Activity Relationship (Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas).
Terimakasih atas jawabannya
DeleteAssalamualaikum, utk pertanyaan nomor 1. Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer
ReplyDeleteWaalaikumsalam, jawabannya sangat membantu .
DeleteTerimakasih
jawaban no 1
ReplyDelete1. - Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer.
- Dalam kimia medisinal aplikasi perancangan obat ini dikenal dengan SAR & QSAR.SAR adalah Structure Activity Relationship (Hubungan Struktur Aktivitas) dan QSAR atau Quantitative Structure Activity Relationship (Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas).
saya akan mencoba menjawab soal no 3, yaitu kelebihan dan kekurangan Farmakofor. Kelebihan Farmakofor adalah untuk menghemat biaya dan waktu saat meneliti atau mendesign obat baru, sedangkan kekurangan Farmakofor adalah tidak mudah mencari analog yang sesuai bisa saja analog yang sesuai dapat menimbulkan efek toksisitas yang sangat besar.
ReplyDeleteJawabannya sangat membantu
DeleteTerimakasih ;)
pertanyaan nomor 1. Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer
ReplyDeleteTerimakasih atas jawabannya
Deletehay eugenia, saya akan mencoba menjawab nomor 4
ReplyDeleteuntuk bagian yang akan berikatan dengan site target ada terdapat 3 ikatan, yaitu HBA/HBD pada OH, gugus aromatik pada ikatan vanderwaals, dan ikatan ionik pada nitrogennya. Namun site target terdapat anionik site dimana akan berikatan dengan gugus bermuatan positif, focus of charge yg punya sifat hidrofilik, cagity dg sifat hidrofobik, dan flat surface yg berikatan dg fenolik
Terimakasih jawabannya sindy :)
DeleteAssalamualaikum yujin, materi ini sangat membantu saya terimakasih
ReplyDeleteWaalaikumsalam
DeleteAlhamdulillah, terimakasih :)
Hay yujin,,pemaparannya sangat membntu saya akn mncoba menjwab pertnyaan nmr 3
DeleteKeuntungan
-menghemat biaya
-proses pengiriman lebih mudah
- mudah diamati karena menggunakan model prototype, sehingga user lebih mengerti akan system yang dikembangkan
-bisa mengurangi penulisan kode
-mampu meminimalkan kesalahan-kesalahan dengan menggunakan alat- alat bantuan (case tools)
- mempercepat waktu pengembangan
Kerugian
-Membutuhkan biaya sendiri untuk membeli peralatan- peralatan penunjang
-kesulitan melakukan pengukuran mengenai kemajuan proses
-sistem sulit diaplikasi ditempat lain
Terimakasih kak dian :)
Deletehai eugenia saya ingin mncoba mnjwb pertanyaan nomor 1. Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer
ReplyDeleteartikelnya sangat bermanfaat sekali, dan bnyk menambah wawasan . baik dari pemaparannya dan juga komentar dari pembaca, terimakasih :)
ReplyDelete