Friday, November 23, 2018

RAPID :Randomized Pharmacophore Identification for Drug Design



Dalam suatu bidang kefarmasian, tentu saja tidak asing mendengar istilah obat. Obat-obatan seiring dengan perkembangan zaman perlu dikembangkan karena semakin banyak model penyakit-penyakit baru yang timbulnya. Sehingga perlu dilakukan modifikasi atau pengembangan dari obat yang lama. Salah satu metode yang dapat digunakan dan yang paling umum diketahui adalah melihat model farmakofor. Tujuan melihat farmakofor adalah adanya interaksi penting antara protein dan ligan.

Metode farmakofor melakukan pencarian bagian mana yang berperan dalam senyawa tersebut. Berperan di sini maksudnya berperan dalam bereaksi dengan reseptor. Jika diandaikan sebuah senyawa  seperti tubuh manusia, maka akan dicari bagian mana yang akan mampu berinteraksi dengan orang lain. Misalkan tangan untuk salaman. Maka bagian tangan inilah yang nantinya akan dijadikan titik utama dalam simulasi. Bagian yang dianggap memiliki peran dalam interaksi ini harus memiliki beberapa kesamaan dengan reseptor. Seperti sifat fisikokimia, seperti sifat elektronik, hidrofobik dan sterik. Sama halnya denga mencari pasangan, pasti kita akan mencari beberapa kesamaan dengan pasangan kita. Entah itu hobi atau kesukaan makanan. Bukan mencari perbedaan yang malah akan semakin jauh dari harapan cinta, ceileee, hihi. Nah itulah prinsip dari metode farmakofor.

Salah satu metode farmakofor yaitu metode ligand-based pharmacophore modelling yaitu dengan cara mengimpit atau  menggabungkan molekul aktif pada obat dan menggali ikatan kimia yang penting untuik aktivitasnya. Metode structure-based-pharmacophore designi  dapat dilakukan dengan cara melihat interaksi antara target atau reseptor dengan makromolekul ligannya. Pada metode structure-based pharmacophore design,  dalam hal untuk pemodelan farmakofor, tahap selanjutnya yaitu diskrining secara virtual. Metode ini bertujuan agar mendapatkan kandidat obat yang aktif sehingga dapat dijadikan dasar dalam pengujian aktivitas yang lebih lanjut. Selanjutnya, setelah itu dapat dilihat melalui aplikasi Ligand Scout yang akan memberikan hasil berupa basis kompleks antara ligand an makromolekul. Metode structure-based pharmacophore design sendiri dibagi menjadi 2 sub kategori, yaitu berbasis kompleks ligan dan makromolekul serta berbasis makromolekul (tanpa ligan) (Yang, 2011).

Kemudian, model-model farmakofor dilakukan dengan cara menggabungkan atau mengiriskan model farmakofor tersebut. Kemudian farmakofor tersebut diskrining terhadap moolekul senyawa yang aktif maupun yang tidak aktif. Selanjutnya parameter yang digunakanya itu melihat nilai dari kurva Receiving Operating Characteristic (ROC) dan pharmacophore fit score.

Berikut ini penjelasan parameternya adalah sebagai berikut :
1.  Kurva ROC berupa grafik dan kurva yang digunakan untuk mengecek validitas terhadap model farmakofor. Kurva ROC menunjukkan nilai dari selektivitas dan spesifisitas dari model farmakofor terhadap kemampuan dalam memilih senyawa aktif dan kemampuan untuk menyingkirkan senyawa tidak aktif.
2.  Pharmacophore fit score yaitu dengan melihat nilai fit Value dari molekul yang telah diskrining terhadap model farmakofor yang kemudian akan diurutkan berdasarkan nilai fit Value-nya.


Identifikasi Farmakofor
1.  Mendefinisikan kelompok-kelompok penting yang terlibat dalam pengikatan
2.  Mendefinisikan posisi relatif dari kelompok pengikat
3.  Perlu diketahui konformasi aktif
4.  Penting untuk desain obat

5. Penting untuk penemuan obat

Proses pengembangan model farmakofor umumnya melibatkan langkah-langkah berikut:
1.  Pilih satu set ligan pelatihan - Pilihlah kumpulan molekul yang beragam secara struktural yang akan digunakan untuk mengembangkan model farmakofor. Sebagai model farmakofor harus dapat membedakan antara molekul dengan dan tanpa bioaktivitas, himpunan molekul harus mencakup senyawa aktif dan tidak aktif.
2.  Analisis konformasional - Buat satu set konformasi energi rendah yang cenderung mengandung konformasi bioaktif untuk masing-masing molekul yang dipilih.
3.  Superimposisi molekul - Superimpose ("fit") semua kombinasi konformasi energi rendah dari molekul. Kelompok fungsional serupa (bioisosterik) yang umum untuk semua molekul dalam himpunan dapat dipasang (misal : Cincin fenil atau gugus asam karboksilat). Himpunan konformasi (satu konformasi dari masing-masing molekul aktif) yang menghasilkan kecocokan terbaik dianggap sebagai konformasi aktif.
4.  Abstraksi - Transformasi molekul yang dilapiskan menjadi representasi abstrak. Sebagai contoh, cincin fenil yang dilapiskan dapat disebut secara lebih konseptual sebagai elemen 'batang aromatik' farmakofor. Demikian juga, gugus hidroksi dapat ditunjuk sebagai elemen farmakofor donor / akseptor hidrogen-ikatan.
5.  Validasi - Model farmakofor adalah hipotesis yang menghitung aktivitas biologis yang diamati dari sekumpulan molekul yang mengikat target biologis yang sama. Model ini hanya berlaku sejauh ia mampu menjelaskan perbedaan aktivitas biologis dari berbagai molekul.

Referensi
Yang., P., Liu H.-C., Chen Y.-D., Yuan H.-L., Sun S.-L., Gao Y.-P., Yang P., Zhang L., Lu T., and Lu S. 2011. Combined Pharmacophore Modeling, Docking, and 3DQSAR Studies of PLK1 Inhibitors, Int. J. Mol. Sci.12, 8713-8739

     Pertanyaan :

1.  Apakah terdapat metode lain untuk mengembangkan suatu obat selain farmakofor?

2.  Bagaimana cara mendesain suatu obat baru dari suatu senyawa yang sudah di ketahui kegunaanya?

3.  kelebihan dan kekurangan farmakofor ?
4.  Bagaimana menentukan site target suatu farmakofor obat?

102 comments:

  1. Baik lah saya akan menjawab pertanyaan nomor 3 yaitu adanya metode dari Q-SAR

    ReplyDelete
  2. Assalamualaikum hayy eugenia
    Saya coba jawab pertanyaannya yaaa..
    Nomor 3
    menurut saya kelebihan farmakofor ini adalah untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar.
    Nomor 4
    Untuk bagian yg akan berikatan dg site target ada terdapat 3 ikatan, yaitu HBA/HBD pada OH (hidroksi) , gugus aromatik pada ikatan vanderwaals, dan ikatan ionik pada nitrogen nya,
    Namun site target terdapat anionic site dimana akan berikatan dg gugus bermuatan positif, focus of charge yg punya sifat hidrofilik, cagity dg sifat hidrofobik, dan flat surface yg berikatan dg phenolic.
    Semoga bermanfaat...

    ReplyDelete
  3. Halo Eugeniaaaaaa, semoga materi diatas bermanfaat bagi kita semua yaa, saya akan membatu menjawab salah datu pertanyaan di atas, menurut saya kelebihan farmakofor ini adalah untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar

    ReplyDelete
  4. Halo Eugeniaaaaaa, semoga materi diatas bermanfaat bagi kita semua yaa, saya akan membatu menjawab salah datu pertanyaan di atas, menurut saya kelebihan farmakofor ini adalah untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar

    ReplyDelete
  5. Halo Eugeniaaaaaa, semoga materi diatas bermanfaat bagi kita semua yaa, saya akan membatu menjawab salah datu pertanyaan di atas, menurut saya kelebihan farmakofor ini adalah untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar

    ReplyDelete
  6. Hy eugenia, saya akan membantu menjawab pertanyaan nomor 2.
    Langkah langkah dalam mendesain obat baru adalah:
    1. Mencari senyawa penuntun ( lead compound )
    2. Manipulasi molekul ( modifikasi molekul atau modifikasi struktur)
    3. Merumuskan hubungan kuantitatif sementara antara struktur -aktivitas biologis dari senyawa yang jumlahnya terbatas dengan menggunakan statistik analisis regresi.
    4. Hasil analisis regresi kemudian dievaluasi dan merancang sejenisnya untuk mengembangkan dan menyempurnakan hubungan tersebut
    5.Merancang penggunaan bentuk sediaan obat yang sesuai.
    6.Merancang aturan dosis yang sesuai
    7. Evaluasi Klinik
    Semoga membantu 😊

    ReplyDelete
  7. Assalamualaikum eugenn saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 4.
    Untuk bagian yg akan berikatan dg site target ada terdapat 3 ikatan, yaitu HBA/HBD pada OH (hidroksi) , gugus aromatik pada ikatan vanderwaals, dan ikatan ionik pada nitrogen nya,  Namun site target terdapat anionic site dimana akan berikatan dg gugus bermuatan positif, focus of charge yg punya sifat hidrofilik, cagity dg sifat hidrofobik, dan flat surface yg berikatan dg phenolic...semoga bermanfaat.

    ReplyDelete
  8. Hai eugen..
    Saya akan menjawab pertanyaan no 3.
    Menurut saya kelebihan farmakofor ini adalah untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo boleh saya bernnya apakah ada kelebihan yg lainnya untk metde farmakofor ni slain mnghemat biaya,misalkan yg lebih spesifik dri hsil yg ddpat

      Delete
    2. Halo nesti, menurut saya kelebihan farmakofor sndri sangaah penting utk mengetahui struktur dr suatu obat yang tentunya jika mau menentukan struktur baru dari turunannya

      Semoga bermanfaat

      Delete
  9. Assalammu'alaikum yujin ,
    Saya akan mencoba jawab pertanyaan nmor
    4 yaitu Untuk bagian yg akan berikatan dg site target ada terdapat 3 ikatan, yaitu HBA/HBD pada OH (hidroksi) , gugus aromatik pada ikatan vanderwaals, dan ikatan ionik pada nitrogen nya,  Namun site target terdapat anionic site dimana akan berikatan dg gugus bermuatan positif, focus of charge yg punya sifat hidrofilik, cagity dg sifat hidrofobik, dan flat surface yg berikatan dg phenolic

    ReplyDelete
  10. Assalamualaikun yujin. Izinkan saya menjawab pertanyaan no 2. Dimana menurut saya Desain obat dapat dibagi menjadi 2 kategori, langsung dan tidak langsung. Pendekatan langsung (Direct Approach) menguntungkan dari segi pengetahuan tentang struktur atom dari reseptor obat dan memegang peranan penting dalam penelitian di bidang farmasi. Pendekatan tidak langsung (Indirect Approach) merupakan pendekatan yang diterapkan program penelitian kimia medicinal pada umumnya, dimana tidak ada informasi secara terstrukur tentang reseptor target. Kedua pendekatan tersebut meliputi optimalisasi suatu senyawa penuntun atau senyawa-senyawa hasil sintesis dari molekul baru. Metode komputasi memberikan dukungan yang sangat penting terhadap kedua pendekatan tersebut. Beberapa perangkat spesifik untuk desain obat secara langsung mencoba menghasilkan desain de novo untuk molekul-molekul dengan terhadap reseptor tertentu berdasarkan struktur reseptor tersebut. Perkembangan sekarang termasuk mencoba untuk membentuk molekul dengan suatu bagian yang aktif dan keberhasilan metode penelusuran data base 3D dari Desjarlanis dkk. Pendekatan-pendekatan yang paling berarti dalam lingkup desain obat secara tidak langsung didasarkan penggunaan metode statistic terhadap desain seri molekul-molekul untuk sintesis dan analisis HKSA dalam hal data yang berkaitan dengan obat. Suatu pendekatan yang sempurna awalnya dikembangkan di Marshall’s Laboratory di St. Louis, yakni membuat model-model tiga dimensi dari ikatan reseptor dengan obat dengan membandingkan afinitas terhadap suatu reseptor yang sama dari beberapa molekul yang berbeda berdasarkan struktur molekul-molekul tersebut. Model-model tersebut merupakan dasar untuk kajian COMFA (Comparative molecular field analysis), yang mengijinkan para desainer obat untuk memprediksi aktivitas molekul-molekul hipotesis berdasarkan data 3D ligan-ligan terhadap suatu reseptor dengan struktur yang tidak diketahui dan penelusuran data base 3D terhadap senyawa penuntun.
    - langkah - langkah dalam mendesain obat baru adalah:
    1. Mencari senyawa penuntun ( lead compound )
    2. Manipulasi molekul ( modifikasi molekul atau modifikasi struktur)
    3. Merumuskan hubungan kuantitatif sementara antara struktur -aktivitas biologis dari senyawa yang jumlahnya terbatas dengan menggunakan statistik analisis regresi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaaah pemaparan ini sangat membantu saya,sblumnya sya juga masih ragu tentang desain obat ini ,trimakasih anggun :)

      Delete
  11. 4. saya akan menjawab pertanyaan no.4, Untuk bagian yg akan berikatan dg site target ada terdapat 3 ikatan, yaitu HBA/HBD pada OH (hidroksi) , gugus aromatik pada ikatan vanderwaals, dan ikatan ionik pada nitrogen nya,  Namun site target terdapat anionic site dimana akan berikatan dg gugus bermuatan positif, focus of charge yg punya sifat hidrofilik, cagity dg sifat hidrofobik, dan flat surface yg berikatan dg phenolic

    ReplyDelete
  12. Assalamualaikum eugen, untuk pertanyaan no. 1 , Dalam kimia medisinal aplikasi perancangan obat ini dikenal dengan SAR & QSAR.SAR adalah Structure Activity Relationship (Hubungan Struktur Aktivitas) dan QSAR atau Quantitative Structure Activity Relationship (Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas).

    ReplyDelete
  13. Assalamualaikum eugen, untuk pertanyaan no. 1 , Dalam kimia medisinal aplikasi perancangan obat ini dikenal dengan SAR & QSAR.SAR adalah Structure Activity Relationship (Hubungan Struktur Aktivitas) dan QSAR atau Quantitative Structure Activity Relationship (Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas).

    ReplyDelete
  14. Assalamualaikum eugen, untuk pertanyaan no. 1 , Dalam kimia medisinal aplikasi perancangan obat ini dikenal dengan SAR & QSAR.SAR adalah Structure Activity Relationship (Hubungan Struktur Aktivitas) dan QSAR atau Quantitative Structure Activity Relationship (Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas).

    ReplyDelete
  15. Assalamualaikum, utk pertanyaan nomor 1. Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer.

    ReplyDelete
  16. hay yujin, saya akan mecoba membantu menjawab soal nomor 3. menurut pendapat saya kelebihan farmakopor adalah dapat menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunkan dalam meneliti taupun mendiseign obat baru. sedangkan untuk kekurangan tidak mudah untuk mencari suatu analog yang sesuai dengan farmakopr yang akan dibuat analog yang dapat menimbulkan toksisitas yang besar

    ReplyDelete
  17. hay yujin, saya akan mecoba membantu menjawab soal nomor 3. menurut pendapat saya kelebihan farmakopor adalah dapat menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunkan dalam meneliti taupun mendiseign obat baru. sedangkan untuk kekurangan tidak mudah untuk mencari suatu analog yang sesuai dengan farmakopr yang akan dibuat analog yang dapat menimbulkan toksisitas yang besar

    ReplyDelete
  18. Hai eugen..
    Saya akan menjawab pertanyaan no 3.
    Menurut saya kelebihan farmakofor ini adalah untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar

    ReplyDelete
  19. saya akan menjawab pertanyaan no.3
    Metode lain untuk mengembangkan suatu obat yaitu dengan bantuan komputer (Computer assited Drug Design = CADD)' terutama berhubungan dengan parameter kimia fisika yang terlibat dalam aktivitas obat,hubungan kuantitatif struktur-aktivitas dan model kimia kuantum atau perhitungan orbit molekul
    Program komputer untuk rancangan obat rasional antara lain :
    BIOCES : Biochemical Expert System, untuk model protein, rekayasa protein dan Kimia Medisinal2) CoMFA : Comparative Moleculer Field Analysis (SYBYL).3) EMIL : Example Mediated Innovation for Lead Evolution, untuk mencari evolusi atau rancangan analog.4) MMMS : untuk model molekul, rancangan obat dan perhitungan kimia kuantum.5) GREEN : untuk studi struktur reseptor6) RECEPT : untuk rasional superkomposisi molekul dan mapping reseptor7) MMS-X : untuk rancangan obat, mapping reseptor dan analisis konformasi. Program komputer untuk menghubungkan struktur molekul dengan aktivitas biologis antara lain : ALS : Adaptive Least Square 2) LDA : Linear Discriminant Analysis3) SIMCA :Statistical Isolinear Multiple Compound Analysis4) LLM ;Linear Learning Machine5) SAS : Statitistical Analysis System6) HANSCH : metode Hansch,regresi linear.7) QSAR : analisis regresi dan de novo

    ReplyDelete
  20. Hai eugen
    Daya coba bantu menjawab no 3 ya
    Halo Eugen, menurut saya kelebihan farmakofor ini adalah untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar

    ReplyDelete
  21. Hai eugenia, saya akan membantu menjawab pertanyaan nomor 4,
    Untuk bagian yg akan berikatan dg site target ada terdapat 3 ikatan, yaitu HBA/HBD pada OH (hidroksi) , gugus aromatik pada ikatan vanderwaals, dan ikatan ionik pada nitrogen nya,
    Namun site target terdapat anionic site dimana akan berikatan dg gugus bermuatan positif, focus of charge yg punya sifat hidrofilik, cagity dg sifat hidrofobik, dan flat surface yg berikatan dg phenolic.


    Semoga bermanfaat��

    ReplyDelete
  22. 4. saya akan menjawab pertanyaan no.4, Untuk bagian yg akan berikatan dg site target ada terdapat 3 ikatan, yaitu HBA/HBD pada OH (hidroksi) , gugus aromatik pada ikatan vanderwaals, dan ikatan ionik pada nitrogen nya,  Namun site target terdapat anionic site dimana akan berikatan dg gugus bermuatan positif, focus of charge yg punya sifat hidrofilik, cagity dg sifat hidrofobik, dan flat surface yg berikatan dg phenolic

    ReplyDelete
  23. artikel yang sangat bermanfaat sekali Eugenia

    ReplyDelete
  24. saya akan menjawab pertanyaan no.3
    Metode lain untuk mengembangkan suatu obat yaitu dengan bantuan komputer (Computer assited Drug Design = CADD)' terutama berhubungan dengan parameter kimia fisika yang terlibat dalam aktivitas obat,hubungan kuantitatif struktur-aktivitas dan model kimia kuantum atau perhitungan orbit molekul
    Program komputer untuk rancangan obat rasional antara lain :
    BIOCES : Biochemical Expert System, untuk model protein, rekayasa protein dan Kimia Medisinal2) CoMFA : Comparative Moleculer Field Analysis (SYBYL).3) EMIL : Example Mediated Innovation for Lead Evolution, untuk mencari evolusi atau rancangan analog.4) MMMS : untuk model molekul, rancangan obat dan perhitungan kimia kuantum.5) GREEN : untuk studi struktur reseptor6) RECEPT : untuk rasional superkomposisi molekul dan mapping reseptor7) MMS-X : untuk rancangan obat, mapping reseptor dan analisis konformasi. Program komputer untuk menghubungkan struktur molekul dengan aktivitas biologis antara lain : ALS : Adaptive Least Square 2) LDA : Linear Discriminant Analysis3) SIMCA :Statistical Isolinear Multiple Compound Analysis4) LLM ;Linear Learning Machine5) SAS : Statitistical Analysis System6) HANSCH : metode Hansch,regresi linear.7) QSAR : analisis regresi dan de novo

    ReplyDelete
  25. 4. saya akan menjawab pertanyaan no.4, Untuk bagian yg akan berikatan dg site target ada terdapat 3 ikatan, yaitu HBA/HBD pada OH (hidroksi) , gugus aromatik pada ikatan vanderwaals, dan ikatan ionik pada nitrogen nya, Namun site target terdapat anionic site dimana akan berikatan dg gugus bermuatan positif, focus of charge yg punya sifat hidrofilik, cagity dg sifat hidrofobik, dan flat surface yg berikatan dg phenolic

    ReplyDelete
  26. Ass...eugenia,, saya akan coba menjawab pertanyaan nomor 3, menurut saya kelebihan dari farmakofor yaitu, farmakofor berguna untuk mengetahui sisi aktif dari suatu senyawa yang dapat berikatan dengan suatu reseptor yg di inginkan dan bertanggungjawab dengan respon biologis nya, sehingga nanti nya dapat di modifikasi untuk mendapatkan efek obat yang optimal, dan efek samping yang minimal, sedangkan kekurangan nya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor.

    ReplyDelete
  27. Ass. Wr. Wb,, dek nia,saya akan coba menjawab pertanyaan nomor 3, menurut saya kelebihan dari farmakofor yaitu, farmakofor berguna untuk mengetahui sisi aktif dari suatu senyawa yang dapat berikatan dengan suatu reseptor yg di inginkan dan bertanggungjawab dengan respon biologis nya, sehingga nanti nya dapat di modifikasi untuk mendapatkan efek obat yang optimal, dan efek samping yang minimal, sedangkan kekurangan nya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor.

    ReplyDelete
  28. Assalamualaikum eugen, untuk pertanyaan no. 1 , Dalam kimia medisinal aplikasi perancangan obat ini dikenal dengan SAR & QSAR.SAR adalah Structure Activity Relationship (Hubungan Struktur Aktivitas) dan QSAR atau Quantitative Structure Activity Relationship (Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas).

    ReplyDelete
  29. Hai Eugen, tulisannya sangat bermanfaat. Mau nanya dong gimana sih cara mengidentifikasi farmakopor senyawa obat dari bahan alam?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo kharina, disini saya akan mencoba menjawab pertanyaannya . Ketika target dan sistem pengujian telah ditentukan, selanjutnya adalah menemukan leadcompound dimana merupakan senyawa yang menunjukkan aktivitas pengobatan. Tingkat aktivitas mungkin tidak begitu besar dan adanya efek samping yang tidak diinginkan, tetapisenyawa utama ini dapat mengawali sebuah proses pengembangan suatu obat. Ada beberapa carauntuk menemukan senyawa utama ini, antara lain:
      1. Penyaringan dari bahan-bahan alam
      2. Cerita-serita pengobatan
      3. Penyaringan “bank” sintesis
      4. Obat yang telah ada
      5. Mengawali dari ligan alami atau modulator
      6. Sintesis kombinasi
      7. Desain dengan bantuan komputer
      8. Fakta-fakta ilmiah dan pemikiran
      9. Pencarian data struktural menggunakan komputer
      10. Mendesain senyawa utama dengan NMR

      Semoga bisa membantu :)

      Delete
  30. Hay kakak,, artikelnya sangat bagus sekali, dan sangat mudah dipahami..terimakasih
    Apa kelebihan metode rapid di bandingkan dengan metode lainnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai lexsa, saya akan mencoba menjawab pertanyaan diatas. Kelebihan rapid dibanding metode lain yaitu :
      1. Penghematan waktu dalam keseluruhan fase projek dapat dicapai.
      2. Mengurangi seluruh kebutuhan yang berkaitan dengan biaya projek dan sumberdaya manusia.
      3. sangat membantu pengembangan aplikasi yang berfokus pada waktu penyelesaian projek.
      4. Perubahan desain sistem dapat lebih berpengaruh dengan cepat dibandingkan dengan metode lain seperti pendekatan SDLC tradisional.
      5. Sudut pandang user disajikan dalam sistem akhir baik melalui fungsi-fungsi sistem atau antarmuka pengguna.
      6. menciptakan rasa kepemilikan yang kuat di antara seluruh pemangku kebijakan projek.

      Semoga bermanfaat

      Delete
  31. Halo Eugen, menurut saya kelebihan farmakofor ini adalah untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar

    ReplyDelete
  32. Hii Eugen, artikel yg menarik,, dsni sya ingin menjawab pertanyaan yg anda paparkan salah satu nya yaitu Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer

    ReplyDelete
  33. Hay kak Eug,saya akan mencoba menjawab soal no 3, yaitu kelebihan dan kekurangan Farmakofor. Kelebihan Farmakofor adalah untuk menghemat biaya dan waktu saat meneliti atau mendesign obat baru, sedangkan kekurangan Farmakofor adalah tidak mudah mencari analog yang sesuai bisa saja analog yang sesuai dapat menimbulkan efek toksisitas yang sangat besar.

    Semoga bermanfaat ya kak.

    ReplyDelete
  34. Haii eugen, artikelnya sangat membantu dalam pembelajaran saya,,
    Kalau boleh tau dari apa yg telah eugen paparkn, bagaimana sih penggunaan RAPID ini dalam kehidupan sehari-hari?
    Sekian, tolong di bantu jawab ya.,
    Terimakasih..

    ReplyDelete
  35. Halo Eugen, menurut saya kelebihan farmakofor yaitu untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti atau mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih atas jawabannya auror sangat membantu sekali

      Delete
  36. jawaban no 1

    1. - Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer.

    - Dalam kimia medisinal aplikasi perancangan obat ini dikenal dengan SAR & QSAR.SAR adalah Structure Activity Relationship (Hubungan Struktur Aktivitas) dan QSAR atau Quantitative Structure Activity Relationship (Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas).

    2. - Desain obat dapat dibagi menjadi 2 kategori, langsung dan tidak langsung. Pendekatan langsung (Direct Approach) menguntungkan dari segi pengetahuan tentang struktur atom dari reseptor obat dan memegang peranan penting dalam penelitian di bidang farmasi. Pendekatan tidak langsung (Indirect Approach) merupakan pendekatan yang diterapkan program penelitian kimia medicinal pada umumnya, dimana tidak ada informasi secara terstrukur tentang reseptor target. Kedua pendekatan tersebut meliputi optimalisasi suatu senyawa penuntun atau senyawa-senyawa hasil sintesis dari molekul baru. Metode komputasi memberikan dukungan yang sangat penting terhadap kedua pendekatan tersebut. Beberapa perangkat spesifik untuk desain obat secara langsung mencoba menghasilkan desain de novo untuk molekul-molekul dengan terhadap reseptor tertentu berdasarkan struktur reseptor tersebut. Perkembangan sekarang termasuk mencoba untuk membentuk molekul dengan suatu bagian yang aktif dan keberhasilan metode penelusuran data base 3D dari Desjarlanis dkk. Pendekatan-pendekatan yang paling berarti dalam lingkup desain obat secara tidak langsung didasarkan penggunaan metode statistic terhadap desain seri molekul-molekul untuk sintesis dan analisis HKSA dalam hal data yang berkaitan dengan obat. Suatu pendekatan yang sempurna awalnya dikembangkan di Marshall’s Laboratory di St. Louis, yakni membuat model-model tiga dimensi dari ikatan reseptor dengan obat dengan membandingkan afinitas terhadap suatu reseptor yang sama dari beberapa molekul yang berbeda berdasarkan struktur molekul-molekul tersebut. Model-model tersebut merupakan dasar untuk kajian COMFA (Comparative molecular field analysis), yang mengijinkan para desainer obat untuk memprediksi aktivitas molekul-molekul hipotesis berdasarkan data 3D ligan-ligan terhadap suatu reseptor dengan struktur yang tidak diketahui dan penelusuran data base 3D terhadap senyawa penuntun.
    - langkah - langkah dalam mendesain obat baru adalah:
    1. Mencari senyawa penuntun ( lead compound )
    2. Manipulasi molekul ( modifikasi molekul atau modifikasi struktur)
    3. Merumuskan hubungan kuantitatif sementara antara struktur -aktivitas biologis dari senyawa yang jumlahnya terbatas dengan menggunakan statistik analisis regresi.
    4. Hasil analisis regresi kemudian dievaluasi dan merancang sejenisnya untuk mengembangkan dan menyempurnakan hubungan tersebut
    5.Merancang penggunaan bentuk sediaan obat yang sesuai.
    6.Merancang aturan dosis yang sesuai
    7. Evaluasi Klinik

    3. Halo Eugen, menurut saya kelebihan farmakofor ini adalah untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar

    saya akan menjawab pertanyaan no.4, Untuk bagian yg akan berikatan dg site target ada terdapat 3 ikatan, yaitu HBA/HBD pada OH (hidroksi) , gugus aromatik pada ikatan vanderwaals, dan ikatan ionik pada nitrogen nya, Namun site target terdapat anionic site dimana akan berikatan dg gugus bermuatan positif, focus of charge yg punya sifat hidrofilik, cagity dg sifat hidrofobik, dan flat surface yg berikatan dg phenolic.

    ReplyDelete
  37. Assalamu'alaykum jawaban nmr 1

    1. - Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer.

    - Dalam kimia medisinal aplikasi perancangan obat ini dikenal dengan SAR & QSAR.SAR adalah Structure Activity Relationship (Hubungan Struktur Aktivitas) dan QSAR atau Quantitative Structure Activity Relationship (Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas).

    ReplyDelete
  38. Assalamualaikum.
    Saya akan membantu menjawab pertanyaannya.

    jawaban no 1

    1. - Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer.

    - Dalam kimia medisinal aplikasi perancangan obat ini dikenal dengan SAR & QSAR.SAR adalah Structure Activity Relationship (Hubungan Struktur Aktivitas) dan QSAR atau Quantitative Structure Activity Relationship (Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas).

    jawaban no 2


    2. - Desain obat dapat dibagi menjadi 2 kategori, langsung dan tidak langsung. Pendekatan langsung (Direct Approach) menguntungkan dari segi pengetahuan tentang struktur atom dari reseptor obat dan memegang peranan penting dalam penelitian di bidang farmasi. Pendekatan tidak langsung (Indirect Approach) merupakan pendekatan yang diterapkan program penelitian kimia medicinal pada umumnya, dimana tidak ada informasi secara terstrukur tentang reseptor target. Kedua pendekatan tersebut meliputi optimalisasi suatu senyawa penuntun atau senyawa-senyawa hasil sintesis dari molekul baru. Metode komputasi memberikan dukungan yang sangat penting terhadap kedua pendekatan tersebut. Beberapa perangkat spesifik untuk desain obat secara langsung mencoba menghasilkan desain de novo untuk molekul-molekul dengan terhadap reseptor tertentu berdasarkan struktur reseptor tersebut. Perkembangan sekarang termasuk mencoba untuk membentuk molekul dengan suatu bagian yang aktif dan keberhasilan metode penelusuran data base 3D dari Desjarlanis dkk. Pendekatan-pendekatan yang paling berarti dalam lingkup desain obat secara tidak langsung didasarkan penggunaan metode statistic terhadap desain seri molekul-molekul untuk sintesis dan analisis HKSA dalam hal data yang berkaitan dengan obat. Suatu pendekatan yang sempurna awalnya dikembangkan di Marshall’s Laboratory di St. Louis, yakni membuat model-model tiga dimensi dari ikatan reseptor dengan obat dengan membandingkan afinitas terhadap suatu reseptor yang sama dari beberapa molekul yang berbeda berdasarkan struktur molekul-molekul tersebut. Model-model tersebut merupakan dasar untuk kajian COMFA (Comparative molecular field analysis), yang mengijinkan para desainer obat untuk memprediksi aktivitas molekul-molekul hipotesis berdasarkan data 3D ligan-ligan terhadap suatu reseptor dengan struktur yang tidak diketahui dan penelusuran data base 3D terhadap senyawa penuntun.
    - langkah - langkah dalam mendesain obat baru adalah:
    1. Mencari senyawa penuntun ( lead compound )
    2. Manipulasi molekul ( modifikasi molekul atau modifikasi struktur)
    3. Merumuskan hubungan kuantitatif sementara antara struktur -aktivitas biologis dari senyawa yang jumlahnya terbatas dengan menggunakan statistik analisis regresi.
    4. Hasil analisis regresi kemudian dievaluasi dan merancang sejenisnya untuk mengembangkan dan menyempurnakan hubungan tersebut
    5.Merancang penggunaan bentuk sediaan obat yang sesuai.
    6.Merancang aturan dosis yang sesuai
    7. Evaluasi Klinik

    jawaban no 3


    3. Halo Eugen, menurut saya kelebihan farmakofor ini adalah untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar

    jawaban no 4


    saya akan menjawab pertanyaan no.4, Untuk bagian yg akan berikatan dg site target ada terdapat 3 ikatan, yaitu HBA/HBD pada OH (hidroksi) , gugus aromatik pada ikatan vanderwaals, dan ikatan ionik pada nitrogen nya, Namun site target terdapat anionic site dimana akan berikatan dg gugus bermuatan positif, focus of charge yg punya sifat hidrofilik, cagity dg sifat hidrofobik, dan flat surface yg berikatan dg phenolic

    ReplyDelete
  39. Saya akan menjawab pertanyaan yuk eugenia

    jawaban no 1

    1. - Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer.

    - Dalam kimia medisinal aplikasi perancangan obat ini dikenal dengan SAR & QSAR.SAR adalah Structure Activity Relationship (Hubungan Struktur Aktivitas) dan QSAR atau Quantitative Structure Activity Relationship (Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas).
    jawaban no 2


    2. - Desain obat dapat dibagi menjadi 2 kategori, langsung dan tidak langsung. Pendekatan langsung (Direct Approach) menguntungkan dari segi pengetahuan tentang struktur atom dari reseptor obat dan memegang peranan penting dalam penelitian di bidang farmasi. Pendekatan tidak langsung (Indirect Approach) merupakan pendekatan yang diterapkan program penelitian kimia medicinal pada umumnya, dimana tidak ada informasi secara terstrukur tentang reseptor target. Kedua pendekatan tersebut meliputi optimalisasi suatu senyawa penuntun atau senyawa-senyawa hasil sintesis dari molekul baru. Metode komputasi memberikan dukungan yang sangat penting terhadap kedua pendekatan tersebut. Beberapa perangkat spesifik untuk desain obat secara langsung mencoba menghasilkan desain de novo untuk molekul-molekul dengan terhadap reseptor tertentu berdasarkan struktur reseptor tersebut. Perkembangan sekarang termasuk mencoba untuk membentuk molekul dengan suatu bagian yang aktif dan keberhasilan metode penelusuran data base 3D dari Desjarlanis dkk. Pendekatan-pendekatan yang paling berarti dalam lingkup desain obat secara tidak langsung didasarkan penggunaan metode statistic terhadap desain seri molekul-molekul untuk sintesis dan analisis HKSA dalam hal data yang berkaitan dengan obat. Suatu pendekatan yang sempurna awalnya dikembangkan di Marshall’s Laboratory di St. Louis, yakni membuat model-model tiga dimensi dari ikatan reseptor dengan obat dengan membandingkan afinitas terhadap suatu reseptor yang sama dari beberapa molekul yang berbeda berdasarkan struktur molekul-molekul tersebut. Model-model tersebut merupakan dasar untuk kajian COMFA (Comparative molecular field analysis), yang mengijinkan para desainer obat untuk memprediksi aktivitas molekul-molekul hipotesis berdasarkan data 3D ligan-ligan terhadap suatu reseptor dengan struktur yang tidak diketahui dan penelusuran data base 3D terhadap senyawa penuntun.
    - langkah - langkah dalam mendesain obat baru adalah:
    1. Mencari senyawa penuntun ( lead compound )
    2. Manipulasi molekul ( modifikasi molekul atau modifikasi struktur)
    3. Merumuskan hubungan kuantitatif sementara antara struktur -aktivitas biologis dari senyawa yang jumlahnya terbatas dengan menggunakan statistik analisis regresi.
    4. Hasil analisis regresi kemudian dievaluasi dan merancang sejenisnya untuk mengembangkan dan menyempurnakan hubungan tersebut
    5.Merancang penggunaan bentuk sediaan obat yang sesuai.
    6.Merancang aturan dosis yang sesuai
    7. Evaluasi Klinik
    jawaban no 3


    3. Yuk Eugen, menurut saya kelebihan farmakofor ini adalah untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar
    jawaban no 4


    saya akan menjawab pertanyaan no.4, Untuk bagian yg akan berikatan dg site target ada terdapat 3 ikatan, yaitu HBA/HBD pada OH (hidroksi) , gugus aromatik pada ikatan vanderwaals, dan ikatan ionik pada nitrogen nya, Namun site target terdapat anionic site dimana akan berikatan dg gugus bermuatan positif, focus of charge yg punya sifat hidrofilik, cagity dg sifat hidrofobik, dan flat surface yg berikatan dg phenolic

    ReplyDelete
  40. jawaban no 1

    1. - Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer.

    - Dalam kimia medisinal aplikasi perancangan obat ini dikenal dengan SAR & QSAR.SAR adalah Structure Activity Relationship (Hubungan Struktur Aktivitas) dan QSAR atau Quantitative Structure Activity Relationship (Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas).

    ReplyDelete
  41. jawaban no 2


    2. - Desain obat dapat dibagi menjadi 2 kategori, langsung dan tidak langsung. Pendekatan langsung (Direct Approach) menguntungkan dari segi pengetahuan tentang struktur atom dari reseptor obat dan memegang peranan penting dalam penelitian di bidang farmasi. Pendekatan tidak langsung (Indirect Approach) merupakan pendekatan yang diterapkan program penelitian kimia medicinal pada umumnya, dimana tidak ada informasi secara terstrukur tentang reseptor target. Kedua pendekatan tersebut meliputi optimalisasi suatu senyawa penuntun atau senyawa-senyawa hasil sintesis dari molekul baru. Metode komputasi memberikan dukungan yang sangat penting terhadap kedua pendekatan tersebut. Beberapa perangkat spesifik untuk desain obat secara langsung mencoba menghasilkan desain de novo untuk molekul-molekul dengan terhadap reseptor tertentu berdasarkan struktur reseptor tersebut. Perkembangan sekarang termasuk mencoba untuk membentuk molekul dengan suatu bagian yang aktif dan keberhasilan metode penelusuran data base 3D dari Desjarlanis dkk. Pendekatan-pendekatan yang paling berarti dalam lingkup desain obat secara tidak langsung didasarkan penggunaan metode statistic terhadap desain seri molekul-molekul untuk sintesis dan analisis HKSA dalam hal data yang berkaitan dengan obat. Suatu pendekatan yang sempurna awalnya dikembangkan di Marshall’s Laboratory di St. Louis, yakni membuat model-model tiga dimensi dari ikatan reseptor dengan obat dengan membandingkan afinitas terhadap suatu reseptor yang sama dari beberapa molekul yang berbeda berdasarkan struktur molekul-molekul tersebut. Model-model tersebut merupakan dasar untuk kajian COMFA (Comparative molecular field analysis), yang mengijinkan para desainer obat untuk memprediksi aktivitas molekul-molekul hipotesis berdasarkan data 3D ligan-ligan terhadap suatu reseptor dengan struktur yang tidak diketahui dan penelusuran data base 3D terhadap senyawa penuntun.
    - langkah - langkah dalam mendesain obat baru adalah:
    1. Mencari senyawa penuntun ( lead compound )
    2. Manipulasi molekul ( modifikasi molekul atau modifikasi struktur)
    3. Merumuskan hubungan kuantitatif sementara antara struktur -aktivitas biologis dari senyawa yang jumlahnya terbatas dengan menggunakan statistik analisis regresi.
    4. Hasil analisis regresi kemudian dievaluasi dan merancang sejenisnya untuk mengembangkan dan menyempurnakan hubungan tersebut
    5.Merancang penggunaan bentuk sediaan obat yang sesuai.
    6.Merancang aturan dosis yang sesuai
    7. Evaluasi Klinik

    ReplyDelete
  42. jawaban no 1
    - Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer.

    - Dalam kimia medisinal aplikasi perancangan obat ini dikenal dengan SAR & QSAR.SAR adalah Structure Activity Relationship (Hubungan Struktur Aktivitas) dan QSAR atau Quantitative Structure Activity Relationship (Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas).

    ReplyDelete

  43. jawaban no 1

    1. - Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer.

    - Dalam kimia medisinal aplikasi perancangan obat ini dikenal dengan SAR & QSAR.SAR adalah Structure Activity Relationship (Hubungan Struktur Aktivitas) dan QSAR atau Quantitative Structure Activity Relationship (Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas).

    ReplyDelete
  44. Halo althavoz, terimakasih atas jawabannya

    ReplyDelete
  45. jawaban no 1
    - Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer.

    - Dalam kimia medisinal aplikasi perancangan obat ini dikenal dengan SAR & QSAR.SAR adalah Structure Activity Relationship (Hubungan Struktur Aktivitas) dan QSAR atau Quantitative Structure Activity Relationship (Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas).

    ReplyDelete
  46. Assalamualaikum, utk pertanyaan nomor 1. Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam, jawabannya sangat membantu .
      Terimakasih

      Delete
  47. jawaban no 1

    1. - Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer.

    - Dalam kimia medisinal aplikasi perancangan obat ini dikenal dengan SAR & QSAR.SAR adalah Structure Activity Relationship (Hubungan Struktur Aktivitas) dan QSAR atau Quantitative Structure Activity Relationship (Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas).

    ReplyDelete
  48. saya akan mencoba menjawab soal no 3, yaitu kelebihan dan kekurangan Farmakofor. Kelebihan Farmakofor adalah untuk menghemat biaya dan waktu saat meneliti atau mendesign obat baru, sedangkan kekurangan Farmakofor adalah tidak mudah mencari analog yang sesuai bisa saja analog yang sesuai dapat menimbulkan efek toksisitas yang sangat besar.

    ReplyDelete
  49. pertanyaan nomor 1. Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer

    ReplyDelete
  50. hay eugenia, saya akan mencoba menjawab nomor 4
    untuk bagian yang akan berikatan dengan site target ada terdapat 3 ikatan, yaitu HBA/HBD pada OH, gugus aromatik pada ikatan vanderwaals, dan ikatan ionik pada nitrogennya. Namun site target terdapat anionik site dimana akan berikatan dengan gugus bermuatan positif, focus of charge yg punya sifat hidrofilik, cagity dg sifat hidrofobik, dan flat surface yg berikatan dg fenolik

    ReplyDelete
  51. Assalamualaikum yujin, materi ini sangat membantu saya terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam
      Alhamdulillah, terimakasih :)

      Delete
    2. Hay yujin,,pemaparannya sangat membntu saya akn mncoba menjwab pertnyaan nmr 3
      Keuntungan

      -menghemat biaya

      -proses pengiriman lebih mudah

      - mudah diamati karena menggunakan model prototype, sehingga user lebih mengerti akan system yang dikembangkan

      -bisa mengurangi penulisan kode

      -mampu meminimalkan kesalahan-kesalahan dengan menggunakan alat- alat bantuan (case tools)

      - mempercepat waktu pengembangan

      Kerugian

      -Membutuhkan biaya sendiri untuk membeli peralatan- peralatan penunjang

      -kesulitan melakukan pengukuran mengenai kemajuan proses

      -sistem sulit diaplikasi ditempat lain

      Delete
  52. hai eugenia saya ingin mncoba mnjwb pertanyaan nomor 1. Metode lain untuk pengembangan obat salah satunya yaitu QSAR (Quantitative Structure Activity Relationship), dimana memadukan statistika (perhitungan) dengan sifat fisikokimia senyawa yang dapat dikalkulasi dengan bantuan komputer

    ReplyDelete
  53. artikelnya sangat bermanfaat sekali, dan bnyk menambah wawasan . baik dari pemaparannya dan juga komentar dari pembaca, terimakasih :)

    ReplyDelete